Demikian salah satu kesimpulan Rapat Kerja PTPN I - XIV dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR/ MPR Senin malam.
Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi XI, Asman Asnur berlangsung hingga Selasa dinihari (pukul 00.30 WIB) dihadiri Deputi Meneg BUMN Bidang Agroindustri Agus Pakpahan dan sejumlah direksi BUMN Perkebunan.
Menurut anggota dewan, sudah saatnya PTPN dapat meningkatkan kontribusi kepada pemerintah terutama dalam bentuk deviden maupun pajak.
Menurut Agus Pakpahan, pada 2006 setoran deviden BUMN Perkebunan ditargetkan sebesar Rp295,3 miliar dengan asumsi `pay out ratio` 28,3%.
Anggota Komisi XI dari Fraksi Golkar, Ade Komarudin mengatakan, pay out ratio dapat ditingkatkan hingga 50%.
"Kita meminta setoran deviden dapat ditingkatkan hingga dua kali lipat mengingat kinerja BUMN sudah mulai membaik dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata Ade.
Dari 14 BUMN Perkebunan seluruhnya telah mampu mencetak laba sebesar Rp1,02 triliun pada 2005.
Meski kinerja BUMN membaik Agus Pakpahan memperkirakan besaran deviden masih sulit dimaksimalkan hingga 50% terkait persiapan pembiayaan program peremajaan tanaman (replanting) dan kebutuhan biaya untuk penggantian perbaikan pabrik.
Pada 2005 lanjutnya, BUMN Perkebunan memiliki asset Rp21 triliun dengan total penjualan mencapai sekitar Rp20 triliun dan laba sebelum pajak tercatat Rp1,52 triliun.
"Namun dalam operasionalnya masih banyak ditemui kesulitan terutama dalam pembiayaan untuk memenuhi investasi maupun modal kerja," ujarnya.
Agus juga menyoroti perlunya melakukan sinergi dengan perbankan, maupun lembaga keuangan nonbank sebagai strategi jangka panjang dalam pembiayaan. (*/rit)