< >

Exxonmobil Tawarkan Usaha Bersama dengan Pertamina

Selasa, 14 Februari 2006 20:55
Kapanlagi.com - ExxonMobil menawarkan usaha bersama dengan PT Pertamina untuk mengelola sumber Migas Block Cepu sebagai upaya mempercepat penyelesaian negosiasi Joint Agrement (JOA).

Juru bicara ExxonMobil Oil Indonesia, Deva Rachman kepada wartawan di Bojonegoro, Selasa (14/02), mengatakan struktur kerjasama usaha itu, antara lain adanya komite manajemen yang berwenang membuat keputusan penting, memutuskan anggaran belanja dan mengawasi kegiatan operasional.

"Pertamina dan ExxonMobil akan memiliki wakil yang setara di dalam komite tersebut," kata Deva Rachman.

Selanjutnya, kata Deva Rachman, implementasi keputusan komite manajemen itu akan dilakukan oleh sebuah organisasi operasi yang strukturnya di bawah Mobil Cepu Limited (MCL), anak perusahaan ExxonMobil.

"Tetapi organisasi operasi tersebut akan memiliki pegawai dari Pertamina di dalam semua lini sejak hari pertama beroperasi," jelasnya.

Ia mengatakan, penyelesaian JOA pada nota kesepahaman (MOU) akan menguntungkan Indonesia, karena penyelesaian negosiasi akan memberi isyarat positif kepada masyarakat Internasional, bahwa investor telah diperlakukan secara adil.

Menurut dia, di dalam MOU yang ditandatangani Juni 2005 , setelah didiskusikan dengan Tim Negosiasi Pemerintah, ExxonMobil yang telah beroperasi sejak 1999 dinyatakan sebagai Operator Block Cepu dengan berbagai pertimbangan.

Operator Blok Cepu itu, diantaranya melakkan temuan terbaru di Block Cepu serta merancang Plan of Development Transition untuk kegiatan pengembangan yang akan berlangsung cepat dan efektif dalam segi pembiayaan setelah kesepakatan tercapai, katanya.

"ExxonMobil memiliki kemampuan finansial dan berbagai teknologi," jelas Deva Rachman dan menambahkan dimulainya pengelolaan Block Cepu yang diperkirakan mampu memproduksi 170 ribu barrel per hari itu akan menambah untuk memenuhi kebutuhan minyak nasional sebesar 20%.

Di sisi lain, adanya pengembangan Block Cepu akan membawa dampak positif di masyarakat dan masukan pendapatan negara sebesar Rp85 miliar per hari.

"Perhitungan ini berdasarkan harga minyak dunia yang per barrelnya mencapai US$60," demikian Deva. (*/lpk)