< >

Daerah Kaya Diberi Ruang Beli Atlet Berprestasi

Kamis, 23 Februari 2006 14:32
Kapanlagi.com - Daerah-daerah kaya di Indonesia telah diberi ruang untuk menggunakan kuasa uang membeli para atlet berprestasi dari daerah-daerah yang miskin, yang tidak memiliki kemampuan finansial untuk menyejahterahkan atletnya.

Hal ini bisa terlihat dari putusan pleno Rapernas KONI di Denpasar, Bali, pada Selasa malam (21/2) yang menetapkan waktu 1,5 tahun untuk batas minimal domisili atlet di suatu daerah bisa membela daerah bersangkutan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON), kata Ketua Bidang Organisasi KONI Provinsi NTT, Ir. Andre Koreh, Kamis.

"Rupanya ini juga skenario KONI pusat dan pengurus pusat cabang-cabang olahraga untuk membela daerah kaya. Jadi untuk kesekian kalinya daerah miskin selalu menjadi korban," katanya melalui telepon interlokal dari Bali.

Menurut dia, NTT sebagai salah satu daerah yang selalu menjadi korban dari daerah kaya, telah berjuang maksimal agar peraturan mengenai lamanya domisili atlet untuk tampil di PON harus 2,5 tahun.

Namun, perjuangan itu tidak membuahkan hasil, karena tidak mendapat dukungan maksimal dari daerah lain.

Beberapa tahun lalu, kata dia, salah seorang atlet atletik NTT, Osias Kamlasi, diboyong ke Kalimantan Timur, karena iming-iming hadiah dan memberikan lapangan kerja.

Pada tahun 2006 ini atau dua tahun menjelang PON XVII di Samarinda, Kalimantan Timur, daerah yang terkenal kaya raya itu memboyong lagi lima atlet, dua atlet atletik dan dua atlet kempo.

Lima atlet berprestasi itu mendapat bayaran mahal untuk membela Kalimantan Timur yang menjadi tuan rumah PON XVII 2008 mendatang.

"Kita telah berjuang sekeras-kerasnya untuk mempertahankan lima atlet ini, tetapi kita kalah karena jumlah kita terbatas dan tidak memiliki dana cukup. Ya..kita lihat saja nanti di PON 2008 di Samarinda, Kalimantan Timur," katanya. (*/cax)