< >

Gus Dur: Perbedaan Sikap Politik Perlu Untuk Kepentingan Masyarakat

Sabtu, 25 Februari 2006 19:30
Kapanlagi.com - Mantan Presiden RI ke-4 yang juga Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur mengatakan dalam politik itu harus ada perbedaan sikap dan terpenting dari perbedaan sikap politik itu mendatangkan manfaat bagi masyarakat.

Pernyataan Gus Dur disampaikan ketika memberikan tauziah ketika membuka Kongres I Gerakan Pemuda Kebangkitan (Garda) Bangsa di Banjarmasin, Sabtu yang juga dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan Drs.H.Rudy Ariffin, ketua umum DPP PKB H.Muhaimin Iskandar dan ketua umum BKN Garda Bangsa H.Imam Nahrawi.

Kepada para anggota Garda Bangsa yang merupakan pilar penyangga PKB itu, Gus Dur mengajak agar dapat terus mengembangan budaya perbedaan pendapat dengan berbagai argumentasi dengan satu tujuan bersama menjadikan keadaan lebih baik.

"Para pemuda anggota Garda Bangsa jangan takutlah untuk berbeda pendapat dan bahkan lakukan kritik terhadap siapa saja yang dinilai berjalan tidak sesuai aturan dan jauh dari kepentingan masyarakat," ucapnya dihadapan 1.200 orang utusan Garda Bangsa se Indonesia.

Sementara ketua umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mempersilahkan kalangan Garda Bangsa untuk mengambil alih kepengurusan DPC atau DPW PKB yang dinilai tidak mau mengembangkan dan membesarkan partai.

"Keberadaan Garda Bangsa memang harus mampu menjadi pendorong dan memberikan stimulan-stimulan untuk kepengurusan partai di daerah, tapi kalau DPW atau DPC PKB itu tidak juga mau berupaya untuk maju maka disilahkan saja Garda Bangsa untuk ambil alih," ucapnya.

Lebih jauh dikatakan, kondisi yang dihadapi PKB secara nasional jauh sudah lebih baik setelah berhasil melalui situasi dimana ada upaya-upaya distematis untuk menggusur.

"Namun atas kesabaran maka saat ini tidak ada lagi satu kekuatan yang mampu untuk menggaggu dan menghambat kemajuan partai yang didirikan para ulama itu," ucapnya.

Kalau sebelumnya banyak orang terutama para pejabat yang tidak peduli PKB belakangan sudah tidak lagi dan bahkan hampir seluruh menteri sudah mau tegur sapa dengan kita, ujarnya.

Gubernur Kalsel Drs.H.Rudy Ariffin dalam sambutannya menyatakan merasa tidak asing ditengah massa PKB karena keberhasilan dirinya pada Pilkada Gubernur Kalteng pada akhir 20 Juli 2005 justru sebagai keberhasilan hasil koalisi PPP dan PKB.

Bahkan Gubernur Rudy Ariffin menyatakan kesiapan untuk bersama-sama kader PKB dan anggota Garda Bangsa dalam mewujudkan cita-cita bersama yaitu mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat.

Ketua umum Badan Koordinasi Nasional (BKN) Garda Bangsa H.Imam Nahrowi dalam laporannya menyebutkan Kongres I Garda Bangsa sempat tertunda selama tiga tahun dan seharusnya sudah dilaksanakan pada akhir tahun 2003.

Keterlamabatan melaksanakan Kongres karena terbaginya konsentrasi termasuk menghadapi upaya-upaya sistematis menghambat PKB.

Dari arena Kongres I Garda Bangsa beredaar 11 nama yang masuk bursa calon ketua umum BKN Garda Bangsa yaitu Eman Hermawan (Bangka Belitung), Aris Junaidi (Jateng), Nur Purnomosidi dan Agung Nur Halim (Jabar), Agus Jui Purmawan dan Jazilul Fawaid (Jatim), Usman Sadikin (Sulawesi), Sultonul Huda (Yogyakarta), Helmi Faisal Zaini dan Marwan Jakfar (anggota FPK DPR RI) serta Rosehan NB (ketua DPW PKB Kalsel)

Namun Rosehan NB yang juga Wakil Gubernur Kalsel secara terbuka menyatakan tidak bersedia untuk dicalonkan ketua umum BKN Garda Bangsa. (*/rit)