"Mudah-mudahan pada pertengahan Maret nanti dapat beroperasi, namun yang menjadi permasalahan adalah tabung gas. Belum ada ijin dari Departemen Tenaga Kerja," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Nurrohman, di Jakarta, Rabu (01/03).
Sejumlah 25 bus tambahan tersebut, 10 diantaranya akan dialokasikan untuk Koridor III, yaitu Harmoni-Kalideres dengan warna bus kuning.
Sementara 15 unit lainnya akan dialokasikan untuk Koridor II, yaitu Harmoni-Pulogadung dengan warna biru.
"Sudah ada busnya, tinggal menunggu ijin dari Departemen Tenaga Kerja. Masing-masing tabung akan diuji dan kemudian diberi sertifikat," tambahnya.
Ia mengharapkan pertengahan Maret sertifkat itu selesai sehingga 25 unit bus tersebut dapat beroperasi untuk menambah unit bus yang sekarang telah beroperasi di Koridor II dan III.
Setidaknya saat ini untuk Koridor II terdapat 20 bus dan Koridor III sebanyak 14 bus.
Dari jumlah itu baru sembilan bus yang sebenarnya diperuntukkan bagi Koridor II dan III, sisanya masih meminjam dari Koridor I.
Menurut rencana selain 25 bus pada pertengahan Maret ini, pada April 2006 juga akan ditambah lagi 71 bus sehingga nantinya Koridor II dan III menggunakan unit bus yang berbahan bakar gas.
Sementara itu ketika disinggung mengenai evaluasi trayek-trayek bus yang bersinggungan dengan Koridor II dan III Busway, Nurrohman menjelaskan itu akan dilakukan setelah semua unit bus di kedua koridor tersebut sudah dipenuhi.
"Tidak mungkin dihilangkan sekarang sebelum semua unit bus untuk Busway Koridor II dan III dipenuhi. Nanti bisa-bisa terjadi penumpukan penumpang," katanya.
Mengenai perkembangan pembangunan Harmoni Central Busway, Nurrohman mengatakan anggaran yang dijanjikan akan turun pada Januari 2006 belum juga ada karena hingga saat ini APBD DKI untuk 2006 belum selesai pembahasannya.
"Kita menunggu anggaran itu segera setelah anggaran itu turun pembangunan HCB segera diselesaikan sesuai dengan jadwal," demikian menurut Nurrohman. (*/lpk)