"Selain itu, sekitar 4.000 lembaga dari 180 negara menggunakan database bidang fisika," kata Regional Manager Journal Sales and Marketing Institute of Physics Publishing Inggris, Patrick Douque di Yogyakarta, Kamis (09/03).
Menurut dia pada diskusi Pengembangan Perpustakaan Digital, publikasi atau penerbitan saat ini sudah beralih ke sistem elektronik termasuk di bidang fisika. Sekarang terdapat sekitar 49 jurnal fisika terkemuka, sedangkan di bidang fisika terapan jumlahnya jauh lebih banyak.
"Dengan demikian dapat dikatakan cukup banyak orang yang membutuhkan jurnal fisika, terutama fisika terapan," katanya.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Ida Fajar Priyanto mengatakan, kebutuhan yang begitu besar akan jurnal fisika merupakan peluang bagus untuk pengembangan perpustakaan di Indonesia.
Menurut dia, perpustakaan di Indonesia khususnya yang mempunyai perpustakaan fisika dan multidisiplin perlu diarahkan untuk mengembangkan jurnal fisika dengan sistem elektronik, terutama untuk fisika terapan yang kini mengalami kemajuan cukup pesat.
"Saat ini ada fisika plasma, nuklir, dan masih banyak jenis fisika lain, karena itu perpustakaan di Indonesia perlu memiliki jurnal fisika terapan dalam bentuk elektronik," katanya. (*/lpk)