< >

Pendidikan Ponpes NAD Tetap Dipertahankan

Jum'at, 10 Maret 2006 08:37
Kapanlagi.com - Penjabat Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Mustafa Abubakar, menyatakan sistem pendidikan yang berkembang di pondok pesantren (ponpes) tradisional tetap dipertahankan karena sudah terbukti mampu menghadang krisis akhlak bangsa.

"Sistem pendidikan yang diterapkan di ponpes tradisional 'dayah' di Aceh itu harus dipertahankan karena sudah terbukti berhasil mendidik generasi muda Islami," katanya saat bertatap muka dengan sejumlah tokoh ulama pesantren di Tapaktuan, Ibukota Kabupaten Aceh Selatan, Kamis.

Ia menyatakan Syariat Islam yang telah diberlakukan secara kaffah (menyeluruh) di provinsi berjuluk Serambi Mekah ini harus benar-benar dapat terinplementasi dengan baik dan benar ditengah-tengah masyarakat Aceh.

Di pihak lain, gubernur menjelaskan pasca tsunami 26 Desember 2004, Pemerintah telah menunjukkan komitmen tinggi untuk membangun kembali berbagai infrastruktur yang hancur dan rusak di Aceh, termasuk lembaga pendidikan umum dan ponpes.

Oleh karenanya untuk menata kembali Aceh yang lebih baik dari sebelumnya maka diperlukan dukungan kuat dari seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan ulama.

"Pasca tsunami, Aceh harus bangkit untuk menuju suatu cita-cita yakni kehidupan masyarakat yang aman dan damai serta sejahtera. Kondisi itu akan terwujud jika praktek-praktek kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) bisa terhapus di daerah ini," tambah Mustafa.

Menyinggung tentang pembangunan kembali wilayah barat selatan Aceh (Aceh Jaya hingga ke Aceh Selatan) pasca tsunami, gubernur mengakui masih lamban dibandingkan Aceh Besar dan Kota Banda Aceh sampai pantai timur NAD.

Oleh karenanya, Mustafa berjanji Pemerintah provinsi akan lebih memprioritaskan pembangunan wilayah pantai barat selatan mulai tahun anggaran 2006.

Untuk itu, Pemerintah melalui sumber dana APBD provinsi dan APBN 2006 telah mengucurkan dana senilai Rp280 miliar, termasuk Rp188 miliar alokasinya bersumber dari Badan Rahabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, jelas dia.

Gubernur juga menyatakan prihatin melihat kondisi jalan negara Meulaboh (Aceh Barat) hingga Aceh Selatan karena mengalami kerusakan cukup parah.

"Saya sudah perintahkan instansi terkait agar segera menanggani ruas jalan yang rusak di pantai barat selatan, sehingga arus transportasi yang menghubungkan antara wilayah bisa lancar," kata Mustafa Abubakar. (*/erl)