< >

Bhinneka Taklukkan Musuh Bebuyutan Aspac di Turnamen A Mild IBL 2006

Sabtu, 11 Maret 2006 08:36
Kapanlagi.com - Pertarungan dua musuh bebuyutan Bhinneka Solo menghadapi Aspac Putra Riau, akhirnya dimenangi juara bertahan Bhinneka dengan skor 85-78 (32-36) dalam pertandingan hari pertama turnamen A Mild IBL 2006 yang berlangsung di BRItama Arena Kelapa Gading Jakarta, Jumat.

Bhinneka adalah juara bertahan turnamen IBL 2005, sementara Aspac Putra Riau yang dulunya bernama HP Aspac merupakan juara kompetisi reguler 2005.

Pertandingan antara Bhinneka menghadapi Aspac yang sering bertemu di final turnamen maupun kompetisi tersebut, berlangsung ketat dan berimbang, terutama sejak kuarter ketiga.

Bhinneka yang selalu ketinggalan sejak kuarter pertama sampai kuarter ketiga, berbalik unggul 64-61 pada awal kuarter keempat. Kerjasama pemain asal Filipina Paul Ruguera dengan I Made "Lolik" Sudiadnyana membuat Bhinneka terus memperbesar keunggulan menjadi 70-63 dan 75-65.

Ketika pertandingan kuarter keempat tersisa dua menit, Bhinneka masih mempertahankan keunggulan dengan skor 79-70.

Pemain senior AF Rinaldo yang seharusnya memperkecil ketinggalan Aspac gagal melakukan layup meski sudah berada sendiri di bawah ring sementara pemain Bhinneka yang tampak makin percaya diri berusaha mempertahankan keunggulan dan akhirnya memenangi pertandingan dengan skor akhir 85-78.

Meski sama-sama diperkuat pemain Filipina, klub Aspac yang bertabur pemain nasional sebenarnya tidak mendapat banyak manfaat dari pemain asing tersebut dan sebagai juara IBL 2005, Aspac hanya mendapat "ampas" karena mendapat giliran terakhir dan mendapatkan Ronnie Jagala.

Kesempatan pertama memilih diraih oleh Citra Satria yang berada di peringkat paling buncit IBL musim kompetisi 2005.

Jagala yang hanya diturunkan selama sepuluh menit, hanya menyumbang delapan angka, jauh dibawah Mario Wuysang yang mencetak 22 angka dan enam rebound untuk tampil sebagai topskor Aspac.

Mantan pemain Bima Sakti Malang Andre Ekayana tampil cukup menawan dengan mencetak 16 angka untuk Aspac, disusul Andy "Batam" Poejakusuma dengan sepuluh angka.

Kemenangan Bhinneka atas Aspac tidak terlepas dari peran pemain asal Filipina Paul Ruguera yang mencetak 40 angka dan 13 rebound, berarti separoh dari total 85 angka yang diraih Bhinneka.

I Made Sudiadnyana yang mencoba mengimbangi permainan Ruguera, menyumbang 15 angka dan tujuh rebound.

Usai pertandingan, Ruguera kepada wartawan mengatakan bahwa ia menyadari bahwa Bhinneka adalah juara bertahan sehingga ia bertekad untuk tidak mengecewakan klub asal Solo tersebut.

"Karena Bhinneka adalah juara bertahan, saya harus bekerja keras agar Bhinneka bisa mempertahankan gelar juara, meski saya sadar bahwa hal itu tidaklah mudah," katanya.

Pelatih Bhinneka Edy Santoso yang mendampingi Ruguera mengatakan bahwa kunci kemenangan timnya adalah dengan melakukan penjagaan ketat dan tidak memberikan peluang pada setiap pemain Aspac untuk melakukan lemparan, terutama lemparan tiga angka.

"Sejak kuarter pertama, kami selalu ketinggalan dalam perolehan angka dan saya kemudian menginstruksikan pemain untuk melakukan penjagaan ketat. Hasilnya pemain Aspac tampak kebingungan karena kesulitan untuk mencetak angka," kata Eddy.

Namun Eddy kemudian menegaskan bahwa kemenangan melawan Aspac, juara kompetisi reguler tersebut bukan jaminan bagi Bhinneka untuk bisa mempertahankan gelar juara.

"Perjalanan masih panjang dan ini kan baru pertandingan pertama. Saya melihat klub-klub lain juga berkembang sangat pesat," katanya menambahkan.

Sementara pelatih kepala Aspac asal Korsel Kim Dong Woon mengakui bahwa para pemainnya belum padu sejak ditanganinya tiga bulan lalu.

"Para pemain masih belum padu. Saya baru tiga bulan menangani Aspac dan saya harus melakukan banyak perubahan pada sistem pertandingan selama ini," kata Kim sambil menambahkan bahwa terdapat banyak perbedaan antara sistem yang diterapkannya dengan sistem pelatih Aspac sebelumnya, Tjetjep Firmansyah.

Pada pertandingan kedua, Sabtu (11/3), Aspac akan ditantang satu-satunya wakil dari luar Jawa, yaitu Angsapura Sania Medan, sementara Bhinneka pada hari yang sama akan berhadapan dengan Indonesia Muda Panasonic Telkomsel (IMPT).

Saat ini masih berlangsung partai terakhir yang mempertemukan Kalila Jakarta dan Angsapura Sania Medan. (*/cax)