< >

17 Titik di Jabar Rawan Penyebaran HIV/AIDS

Sabtu, 11 Maret 2006 09:10
Kapanlagi.com - Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Barat, Rio Indra Setiadi mengatakan, di Jawa Barat kini terdapat 17 titik rawan penyebaran virus HIV/AIDS, antara lain jalur Pantura, Bandung, Indramayu, Karawang dan Cirebon.

Lebih lanjut, kata Rio kepada pers di Bandung, Jum'at, daerah-daerah tersebut rawan penyebaran virus HIV/AIDS karena di sana terdapat banyak Pekerja Seks Komersial (PSK) dan cenderung bebasnya hubungan seks di kalangan tertentu.

Ia mencontohkan, berdasarkan informasi dan data di lapangan ditemukan bahwa truk dari Surabaya-Jakarta melalui jalur Pantura membutuhkan waktu paling lama sekitar empat hari, dan selama empat hari itu para sopirnya melakukan hubungan seks sebanyak empat kali dengan PSK.

"Ini yang bisa menyebarkan virus HIV/AIDS, sehingga tiap tahunnya bisa saja bertambah penderitanya," ujar Rio.

Ia juga mengemukakan, berdasarkan data dari KPA, di Jabar pada September 2005 jumlah penderita HIV/AIDS mencapai 1.421 orang, sedangkan pada Desember 2005 meningkat sebanyak 200 orang lebih, yakni menjadi 1.676 orang.

"Angka tersebut mungkin baru sebagian saja karena di lapangan atau yang tidak terdata mungkin lebih banyak lagi," ucapnya.

Ia memprediksi bahwa pada 2006 angka penderita HIV/AIDS akan terus meningkat karena rata-rata tiap bulannya penderita HIV/AIDS selalu menunjukkan peningkatan.

Secara nasional, lanjutnya, Jabar merupakan peringkat kedua jumlah penderita HIV/AIDS terbanyak, terutama penyebarannya terjadi melalui pemakaian jarum suntik, sedangkan melalui hubungan seks, Jabar merupakan peringkat ketiga, sementara penggunaan kondom di Jabar baru mencapai sekitar sembilan persen.

"Pencegahan penyebaran di daerah endemis harus ada, antara lain dengan cara menggunakan kondom, dan ATM kondom yang akan didirikan di Jabar sebanyak 10 buah. Saat ini masih dalam tahap persiapan karena masih adanya yang pro dan kontra terhadap keberadaan ATM kondom tersebut," demikian Rio Indra Setiadi. (*/rit)