Agum: KONI Tak Cari Kambing Hitam Atas Kegagalan
Kapanlagi.com - Ketua Umum Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Agum Gumelar menyatakan tidak akan mencari "kambing hitam" atas kekegalan Indonesia dalam pesta olahraga Asia Tenggara (Asean Games). "Kita memang prihatin dengan hasil di Sea Games, dan kegagalan itu menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk memperbaiki diri," kata Agum dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Ketua Umum KONI Sri Sudono Sumarto dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musrprov) KONI Bengkulu di Bengkulu, Sabtu. Kegagalan Indonesia juga memperlihatkan bahwa negara-negara tetangga seperti Filipina, Malaysia dan lainnya sangat serius membina para atletnya. Indonesia sebenarnya sudah berupaya untuk meningkatkan kemampuan para atletnya dengan mengirimkan 100 atlet selama enam bulan ke luar negeri antara lain ke Eropa, Amerika Serikat dan China. Ternyata, kata Agum, Filipina dalam satu tahun justru mengirim 200 atletnya ke luar negeri, dan prestasi yang diraih dalam Sea Games lalu cukup berhasil. "mereka juga mendatangkan atlet," tambahnya. Sementara negara lain sudah sedemikian serius, Indonesia masih saja berkutat dengan masalah organisasi, termasuk isu soal pemisahan antara KONI dan Komite Olahraga Indonesia (KOI). "Persoalan-persoalan tersebut seringkali menyebabkan atlet menjadi korban," katanya. Oleh karena itu, menghadapi berbagai even olahraga ke depan, KONI di daerah harus berbenah diri, sehingga atlet daerah bisa menjadi ladang persaingan untuk tampil dalam kompetisi baik regional dan internasional. Pengurus daerah cabang olahraga sebaiknya membina cabang yang berpotensi untuk meraih pretasi, sehingga akan muncul atlet-atlet dari daerah. Ia mencontohkan Provinsi Lampung yang cukup berhasil dalam menggali potensi atlet dalam cabang angkat besi. Bengkulu mungkin bisa menentukan satu cabang yang selama ini memang sering meraih prestasi. Ketua Umum KONI juga minta daerah agar menyelenggarakan kompetisi olahraga yang berkesinambungan untuk mencari bibit-bibit atlet yang punya potensi. Sementara itu Wakil Gubernur Bengkulu HM Syamlan dalam sambutannya mengatakan, olahraga tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan lain yang tidak sejalan dengan tujuan olahraga itu sendiri. Merosotnya prestasi olahraga di suatu daerah pasti disebabkan oleh suatu hal yang kurang baik, dan ini harus dihilangkan, antara lain dengan cara memfungsikan induk-induk olahraga yang ada. Wagub juga meminta kepada kabupaten/kota agar membentuk lembaga yang khusus menangani olahraga agar bisa dicetak atlet berbasis nasional. Musorprov KONI Provinsi Bengkulu yang berlangsung sehari itu diikuti oleh 31 Pengurus Daerah (Pengda) cabang olahraga untuk memilih pengurus KONI Provinsi Bengkulu periode 2006-2009. (*/rit) |