< >

Batam Dinyatakan Positif Flu Burung

Selasa, 14 Maret 2006 20:38
Kapanlagi.com - Setelah Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Batam bekerjasama dengan Agrifood & Veterinary Authority (AVA) Singapura melakukan Eliza Test terhadap seekor ayam yang diduga terinfeksi virus flu burung, ternyata Batam tetap dinyatakan positif virus Avian Influenza (virus H5N1).

" Dari hasil Eliza Test (tes cepat) oleh petugas AVA Singapura terhadap unggas yang diduga terinfeksi flu burung ternyata Batam tetap dinyatakan daerah positif virus Avian Influenza," kata staf Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian (KPP) drh Jusak Wira Hardja, Selasa (14/03).

Ia mengatakan, pemeriksaan terhadap seekor ayam milik warga di Bukit Senyum, Kecamatan Batuampar, merupakan salah satu tes karena sebelum itu juga pernah dilakukan Rapid Test oleh Balai Penelitian dan Penyelidikan Veteriner (BPPV) Regional II Bukit Tinggi di beberapa tempat.

"Setelah BPPV Bukit Tinggi sebelumnya menyatakan hasil tes positif virus flu burung, ternyata yang dilakukan oleh AVA Singapura juga menunjukkan hasil yang sama meskipun sampel unggas yang diambil berbeda," katanya.

Tes yang dilakukan AVA Singapura merupakan bentuk kerjasama antara pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan pemerintah Singapura untuk menanggulangi penyebaran virus flu burung di Provinsi Kepri sejak tiga bulan terakhir.

" Tes yang pertama kali dilakukan oleh AVA ini merupakan bentuk kerjasama yang bersifat informal, karena penanganan virus flu burung ini akan dibahas lebih lanjut antara pemerintah Singapura dengan Pemerintah Provinsi Kepri," katanya.

Dia mengatakan, AVA Singapura sangat merespon permasalahan yang terjadi di Batam, terkait hasil tes laboratorium Balai Penelitian dan Penyidikan Veteriner (BBPV) Regional II Bukitinggi, yang menyatakan Batam positif tertular virus flu burung. "Mereka telah menyatakan kesiapannya membantu berupa alat penyemprotan, vaksin, serta tenaga medis," katanya.

Pihak AVA Singapura yang dipimpin langsung oleh Dr Lim Chee Wee beserta tiga orang stafnya itu, langsung melakukan uji coba ke pemilik ternak unggas milik warga di Bukit Senyum. Uji coba ini merupakan pertama kali dilakukan AVA sejak Batam dinyatakan positif tertular virus flu burung.

Sebelum melakukan Eliza Test, Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Batam melakukan pertemuan selama satu jam dalam membahas bentuk kerjasama menanggulangi penyebaran flu burung di Batam, salah satu agenda dalam pertemuan itu, yakni membicarakan bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah Singapura melalui AVA.

"Semua keperluan yang terkait dengan penanganan flu burung telah disampaikan, dan mereka menyatakan kesediaannya membantu Batam. Bantuan yang diberikan tidak hanya Batam, tetapi meliputi seluruh daerah yang terinfeksi virus flu burung," jelas Jusak.

Pengambilan sampel kotoran dan darah pada satu ekor ayam sakit, AVA Singapura memerlukan waktu kurang lebih dua jam untuk mengetahui keakurasian dari hasil Eliza Test tersebut.

"Uji coba ini hanya pada satu ekor ayam dan untuk memastikannya dilakukan kembali tes laboratorium di kantor Karantina Batam dan ternyata dari hasil lab positif," katanya.

Ia mengatakan, hasil uji Eliza Test lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan Rapid Test seperti yang selama ini dilakukan oleh Dinas KPP, meskipun Eliza Test memerlukan waktu yang cukup lama.

"Bila menggunakan Rapid Test dalam waktu satu jam telah dapat mengetahui hasilnya, sementara dengan menggunakan Eliza Test memerlukan waktu kurang lebih dua jam tetapi hasilnya lebih akurat," ujarnya. (*/lpk)