"Sebanyak 3.000 burung puyuh telah dimusnahkan karena disinyalir telah terserang virus flu burung," kata Juru Bicara Pemkab Nganjuk, Hariyanto saat dihubungi dari Surabaya, Jumat.
Penegasan tersebut dikemukakan menanggapi keresahan peternak unggas di Kabupaten Nganjuk yang akhir-akhir ini sering menjumpai kematian unggas secara mendadak khususnya dikalangan peternak burung puyuh.
Dugaan berjangkitnya flu burung di Nganjuk semakin dikeluhkan warga ketika Dinas Kehewanan mengirimkan sampel darah yang diambil dari unggas yang mati mendadak di Desa Ngrami, Kecamatan Sukomoro ke Balai Veteriner di Yogyakarta.
"Kami sudah mengirimkan sampel darah unggas yang mati mendadak itu ke Yogyakarta, kami belum mengetahui hasilnya,"tegas Hariyanto.
Kekhawatiran ini berawal ribuan ekor burung puyuh milik salah seorang peternak burung puyuh di Desa Ngrami mati mendadak dalam tiga hari terakhir.
Meskipun demikian hingga kini belum diperoleh laporan atas kemungkinan ada warga Nganjuk yang menderita penyakit flu burung.
"Tidak,...tidak ada warga yang dilaporkan menderita flu burung, kita cuma mensinyalir atas kematian burung-burung puyuh itu kemudian dimusnahkan, sudah 3.000 ekor burung puyuh yang dimusnahkan,"kata dia.
Kalangan peternak unggas meminta agar Pemkab Nganjuk memberikan ganti rugi atas ternak unggas yang telah dimusnahkan yang diduga terserang flu burung. (*/rit)