"Jepang dapat menyumbang kepada dunia dengan berbagai upaya konservasi energinya dan pengembangan tehnik di berbagai bidang seperti teknologi batu bara bersih. Kami berharap masalah tersebut didiskusikan," kata Wakil Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Hideji Sigiyama dalam suatu konferensi pers.
Para Menteri Enegeri dari anggota G-8 --Inggris, Kanada, Jepang, Perancis, Jerman, Italia, Rusia dan Amerika Serikat--berkumpul di Moskow untuk pertemuan dua hari sampai Kamis untuk membicarakan bagaimana mengatasi berbagai tantangan keamanan energi global.
Sugiyama mengatakan bahwa Jepang juga bermaksud mendiskusikan dengan para menteri mengenai peningkatan investasi dalam pengembangan minyak dan gas alam cair sebagai tanggapan atas melonjaknya harga dan memperkenalkan energi nuklir.
Wakil senior Kementrian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Akira Nishino mewakili Jepang pada pertemuan tersebut. Para delegasi dari negara-negara seperti Cina dan India serta Badan Energi Internasional (IEA) dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga menghadiri acara tersebut.
Menurut sebuah rancangan dokumen bersama yang dikeluarkan hari Rabu lalu, para pemimpin G-8 akan mengesahkan inisiatif Moskow untuk membentuk pusat-pusat untuk jasa peredaran bahan bakar nuklir internasional.
Mereka juga akan menyerukan untuk peningkatan penggunaan energi nuklir, mendorong investasi bagi kestabilan pasokan minyak dan gas serta mempromosikan kerjasama global untuk menghadapi serangan teroris pada fasilitas-fasilitas energi, demikian bunyi tembusan mengenai pernyataan bersama dan rencana aksi Global Energy Secirity. (*/lpk)