< >

AS Harapkan Akses Pasar Mobil ke Malaysia

Jum'at, 17 Maret 2006 22:16
Kapanlagi.com - Amerika Serikat mengharapkan akses tambahan untuk pasar mobil ke Malaysia di bawah penyelenggaraan negosiasi perdagangan bebas, kata pejabat perdagangan AS Hari Jumat (17/03).

Deputi Perwakilan Perdagangan AS Karan Bhatia mengatakan hal tersebut berarti akses pasar untuk kedua negara merupakan kesungguhan dalam negosiasi persetujuan perdagangan bebas (FTA), yang akan dimulai dari bulan Juni.

"Sekarang, kenyataannya hampir tidak ada perdagangan bilateral mobil.Ekspor mobil ke Malaysia nol, dan Malaysia begitu juga ke Amerika Serikat." kata Bhatia selama kunjungan di Malaysia untuk membahas FTA dengan pejabat ekonomi Malaysia.

"Kami akan menghasilkan sebuah persetujuan besar dari kerjasama dan sebuah perstujuan besar pada integrasi kedua pasar yang akan bermanfaat kedua negara Malaysia dan Amerika Serikat," katanya kepada wartawan.

Malaysia dan AS minggu lalu mengumumkan mereka akan mulai perundingan FTA.

AS mengharapkan FTA akan "menghasilkan akses pasar yang berarti besar bagi perusahaan Malaysia masuk ke Amerika Serikat dan untuk perusahaan AS masuk ke Malaysia," kata Bathia.

Sektor outomobil Malaysia telah menjadi bagian dari liberalisasi di bawah perjanjian perdagangan kawasan ASEAN, tapi pungutan pajak masih sulit dihapus pada kendaraan luar negeri untuk melindungi industri mobil dalam negeri.

Perusahaan pembuat mobil nasional Proton melihat pasar mulai berkurang dalam beberapa tahun belakangan akibat meningkatnya persaingan impor dari perusahaan asing.

Bhatia mengatakan bahwa semua negara telah memperhatikan sektor domestik sensitif tersebut, tapi konsesnsus tersebut dibuat dalam negosiasi.

"Jika sebuah ekonomi terus melindungi sekstor sensitif, maka FTA tidak mempunyai arti," katanya.

Negosiasi FTA dengan Malaysia, mitra dagang terbesar kesepuluh AS tersebut, telah mengumumkan akan meningkatakan perdaganagna di kawasan Asia.

AS, yangmana menawarkan akan memulai perundingan dengan negara-negara Asia Tenggara akan mulai berunding bilateral FTA, siap menyetujui dengan Singapura dan Australia.

Perundingan FTA kini sedang berlangsung dengan Thailand dan akan mulai dengan Korea Selatan Juni mendatang. (*/lpk)