< >

Airasia Incar Malaysia Airlines

Sabtu, 18 Maret 2006 05:16
Kapanlagi.com - Perusahaan penerbangan pelopor ongkos rendah AirAsia Jumat mengatakan perusahaan akan menyelenggarakan perundingan dengan perusahaan penerbangan berbendera Malaysia Airlines untuk memperoleh pesawat 737-400 dan staf setelah persetujuan penjaminan dejumlah penerbangan rute domestik.

"Kami akan mengembangkan kemungkinan mengambil alih beberapa pesawat dan staf," kata Kamarudin Meranum, Wakil Direktur Kelompok AirAsia.

Komarudin mengatakan bahwa di bawah rencana rasionalisasi Malaysia Airlines akan mengurangi layanan domestik sedangkan perusahaan penerbangan biaya rendah membutuhkan peningkatan pemilikan.

"Kami harap untuk mengambil alih beberapa staf.Kami juga berminat pesawat 737-400," katanya.

Komarudin mengatakan AirAsia juga akan menyetujui kerjasama dengan Malaysia Airlines dalam bidang permesinan untuk menjamin perawatan pesawat kedua perusahaan tersebut untuk memasuki pusat penerbangan internasional.

"Kami ingin mempercepat hubungan kerja yang baik dan ini menciptakan dua kekuatan perusahaan penerbangan di negara tersebut dan membuat Malaysia menjadi pusat penerbangan internasional.

Setelah lebih dari setahun, pemerintah Kamis mengumumkan bahwa AirAsia akan meningkatkan frekuensi operasional penerbangan dan rute daerah tujuan dalam negeri yang kini didominasi oleh perusahaan menerbangan Malaysia Airlines.

Di bawah program rasionalisasi didukung oleh pemerintah, AirAsia akan mengoperasikan semua layanan domestik kedua sementara kemungkinan mengoperasikan 5-10 rute sibuk dengan Malaysia Airlines.

Pemerintah diminta kedua perusahaan penerbangan AirAsia dan Malaysia Airlines untuk memperkenalkan dan mencoba rute 27 Maret.

Malasia Airlines mempunyai 30 pesawat 737-400 yangmana teruitama digunakan untuk rute domestik dan regional.

Perusahaan penerbangan Malaysia Airlines sebelumnya mengumumkan recana rstrukturisasi besar-besaran untuk meraih keuntungan tahun 2008 setelah mengalami kerugian keuangan tahun lalu.

Perusahaan itu mengatakan bahwa sejumlah 114 dari 118 rute domestik tidak menguntungkan.

AirAsia telah diluncurkan Desember 2001 dengan dua pesawat dan kini menjadi perusahaan penerbangan terbesar dalam menekuni pelayanan biaya rendah. (*/lpk)