Ketua Komnas HAM Perwakilan Provinsi Papua, Alberth Rumbekwan,SH di Jayapura, Jumat (17/03), dalam keterangan persnya meminta Kapolda mengambil tindakan tegas kepada para pelaku baik aparat keamanan maupun warga sipil dalam aksi bentrokan di depan Kampus Uncen, Kamis (16/03) yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban baik aparat keamanan maupun warga sipil.
Komnas HAM menyerukan kepada lapisan masyarakat di Jayapura dan Papua untuk menghindari provokasi yang dilakukan oleh pihak-pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Komnas HAM juga meminta kepada aparat keamanan untuk menahan diri serta meminta perlindungan kepada Kapolda Papua terhadap para pekerja kemanusiaan termasuk pers.
Selain itu Komnas HAM menyerukan aparat keamanan dan warga masyarakat dapat menciptakan rasa aman bagi seluruh warga masyarakat sipil di Tanah Papua.
Rumbekwan mengatakan pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi terhadap anggota dan staf Komnas HAM Provinsi Papua sesuai MoU Nomor 11/Komnas HAM/VI/2005 dan Nomor Pol:B/1572/VI/2005, 10 Juni 2005, maka diminta kepada aparat keamanan di lapangan untuk memberikan perlindungan kepada anggota Komnas HAM dalam melaksanakan tugas bersama Polrid alam mengungkapkan kasus 16 Maret 2006 untuk diproses secara hukum.
Rekomendasi itu sebagai reaksi tindakan aparat keamanan dari Satuan Brimob Polda Papua dan Dalmas Polresta Jayapura merampas secara paksa dua buah kamera digital dan satu buah tape rekorder milik Komnas HAM Perwakilan Papua serta intimidasi dan interogasi terhadap anggota Komnas HAM dalam melaksanakan tugas di lapangan pada pasca kerusuhan Abepura, 16 Maret 2006.
Rumbekwan menyebutkan rekomendasi lain mendesak pemerintah pusat segera membuka diri untuk melakukan dialog terbuka terhadap tuntutan masyarakat tentang penutupan PT. Freeport Indonesia di Tembagapura dengan melibatkan pihak-pihak terkait.
"Pernyataan sikap ini sebagai kepedulian dan keprihatinan atas kasus kerusuhan berdarah Abepura di depan Kampus Uncen, Kamis (16/03) yang mengakibatkan tiga aparat polisi dan satu anggota TNI-AU meninggal dunia, 19 anggota polisi dan enam warga sipil menderita luka-luka," katanya. (*/lpk)