< >

JATAM: Jangan Gunakan Pendekatan Keamanan Soal Freeport

Sabtu, 18 Maret 2006 12:56
Kapanlagi.com - Jaringan advokasi tambang (JATAM) meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak menggunakan pendekatan keamanan dalam menyelesaikan kasus PT.Freeport Indonesia menyusul terjadinya kerusuhan dalam aksi demonstrasi di Abepura yang menelan korban jiwa.

Dalam keterangan pers Jumat malam, JATAM meminta kepada Presiden Yudhoyono untuk lebih membuka mata dan memahami tuntutan masyarakat yang meminta penutupan perusahaan pertambangan tersebut.

Mereka juga menyatakan kecewa terhadap cara pemerintah menangani kasus PT Freeport Indonesia (FI). Menurut mereka, penyelesaian kasus PT FI tak bisa dilakukan dengan pendekatan keamanan atau pun sebatas upaya peningkatan dana Community Development semata, seperti yang selama ini dilakukan.

Masih menurut LSM tersebut, pemerintah harus segera mengkonsultasikan langkah-langkah yang harus diambil terhadap PT FI bersama rakyat Papua ke depan. Jika tidak, pemerintah hanya akan memperpanjang usia konflik sosial dan akumulasi kerusakan lingkungan serta kerugian negara.

Mereka menilai bahwa Kasus PT Freeport sekali lagi membuktikan keberpihakan pengurus negara terhadap pemodal asing. Pernyataan Presiden Yudhoyono pada 16 Maret 2006 malam yang memerintahkan Menko Polhukam, Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BIN untuk melakukan pemulihan keamanan dan bersikukuh tidak akan menutup PT FI, jelas membuktikan hal tersebut. Pemerintah lebih memilih berhadapan dengan rakyatnya dengan berlindung dari ketakutan tuntutan arbitrase internasional.

JATAM menghimbau semua pihak untuk menahan diri dan menghindari penyelesaian dengan kekerasan. Mereka juga menyampaikan bela sungkawa atas jatuhnya korban akibat insiden yang terjadi di depan Universitas Cendrawasih.

Pada Kamis (16/3) terjadi bentrokan di Abepura antara pengunjuk rasa dengan petugas keamanan.

Bentrokan terjadi setelah massa dari berbagai komponen yang menyatakan diri Front Pembela Rakyat Papua memalang jalan nasional Abepura-Sentani, Jayapura, di depan Kampus Universitas Negeri Cenderawasih (Uncen).

Aksi bentrok yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIT itu tidak hanya menewaskan empat aparat keamanan itu tetapi melukai tiga warga sipil dan satu anggota polisi. Para korban langsung dirawat di RSUD Abepura, sekitar 2 Km dari tempat demontrasi.

Bentrokan itu terjadi setelah Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua, Komarudin Watubun,SH turun berbicara di hadapan massa mengajak agar membuka palang betis di jalan nasional Abepura-Sentani.

PT Freeport Indonesia merupakan bagian dari Freeport-McMoran Copper & Gold Inc. (FCX), salah satu produsen emas dan tembaga terbesar di dunia. Selain PT.Freeport Indonesia, operasional FCX juga dilakukan perusahaan lain seperti PT Irja Eastern Minerals dan Atlantic Copper, S.A. (*/cax)