Sekitar 100 pejabat dengan pakaian pelindung telah membunuh puluhan ribu burung di wilayah wabah sekitar 100 kilometer (63 mil) jauhnya di negara bagian Perak bagian utara.
"Sejak malam tadi kami membunuh 39.588 burung, termasuk bebek dan ayam," Wan Mohamad Kamil, seorang pejabat dari Departemen Kedokteran Hewan negara mengatakan.
"Kami berharap akan membunuh hingga 50.000 burung dalam beberapa hari mendatang," ia menambahkan.
Malaysia mengumumkan sebuah wabah baru, di resor dan desa di negara bagian di bagian utara, Kamis.
Pengawasan rutin mendapati pertama kali di cagar alam di Laketown Resort Bukit Merah, dimana 249 burung dari sekitar 30 species dipelihara di tempat tertutup, sedangkan tes ditemukan juga positif pada sembilan ayam yang bebas berkeliaran yang ditemukan mati di desa Changkat Tualang pada 11 Maret.
Negara bagian Perak memiliki satu industri bebek dan ayam terbesar di negara itu dan mengekspor ternak unggas ke negara tetangga Singapura.
Wan Mohamad mengatakan terdapat tiga peternakan komersial di Changkat Tualang, yang memiliki penduduk sekitar 400 orang.
Ia mengatakan wabah di cagar alam tersebut mungkin disebabkan oleh burung-burung migran.
"Wilayah tersebut dekat dengan sebuah danau yang sering dikunjungi burung-burung liar," ia mengatakan.
Para pejabat kesehatan juga mulai mengunjungi rumah-rumah di dalam radius 300 meter (100 feet) dari dua wilayah wabah itu.
"Ini adalah rencana aksi kami. Kami mempunyai empat tim yang terdiri dari 12 orang yang mengunjungi rumah-rumah untuk mengecek apakan ada orang yang demam," kata Direktur Departemen Pengendali Penyakit Kementerian Kesehatan Ramlee Rahmat.
Ia menasehati siapapun yang telah mengunjungi cagar alam Bukit Merah untuk mencari pertolongan medis apakah mereka mengalami gejala mirip flu.
H5N1 dideteksi bulan lalu pada 40 ayam yang bebas berkeliaran di empat desa di pinggiran Kuala Lumpur, wabah pertama selama lebih dari satu tahun.
Lebih dari 90 orang mati karena flu burung di China, Asia Tenggara, Irak dan Turki bagian timur sejak 2003. Sejauh ini, tidak ada kematian manusia di Malaysia yang disebabkan virus tersebut. (*/rit)