< >

Unicef Sebarkan Lebih Satu Juta Kelambu Anti Malaria

Sabtu, 18 Maret 2006 20:17
Kapanlagi.com - Badan dunia bidang anak-anak dan pendidikan, UNICEF, menyebarkan sebanyak 1.080.000 lembar kelambu anti malaria yang telah dicelup cairan insektisida kepada masyarakat di wilayah bencana alam gempa dan tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Nias (Sumatera Utara).

"Lebih satu juta kelambu berinsektisida bantuan UNICEF akan didistribusikan ke Aceh dan Nias pada 2006-2007 sebagai upaya menekan kasus malaria, terutama di provinsi berjuluk Serambi Mekah itu," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NAD, dr T Marwan Nusri, di Aceh Besar, Sabtu,

Pasca bencana alam gempa dan tsunami, 26 Desember 2004 di Provinsi NAD, ditemukan kasus malaria dengan jumlah penderita 25 ribu jiwa dan tiga diantara penderitanya meninggal dunia sepanjang 2005.

"Kelambu-kelambu yang telah dicelupkan cairan insektisida bantuan Unicef kepada masyarakat Aceh itu bisa tahan antara empat hingga lima tahun dan sangat membantu dalam mencegah dan menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat malaria," ujarnya.

Sebagai tahap pertama, akan dibagi sebanyak 200 ribu kelambu kepada masyarakat terutama para pengungsi korban bencana alam gempa dan tsunami, tambah Marwan disela-sela pencanangan kampanye bebas malaria di lokasi pengungsi Lhoknga, Aceh Besar.

Bantuan dan perhatian bidang kesehatan yang diberikan Unicef kepada masyarakat Aceh, khususnya korban bencana alam itu cukup besar. "Selain membantu kelambu, UNICEF juga memberikan pelatihan kepada 100 petugas microskopis di Puskesmas," jelasnya.

"Pelatihan mikroskope itu bertujuan untuk merubah pola pikir masyarakat bahwa jika seseorang sakit demam maka si sakit itu terserang malaria, padahal jika seseorang bisa dikatakan terkena malaria setelah konfirmasi laboratorium. Karenanya, alat (mikroskopis) itu sangat membantu petugas puskesmas untuk bisa mengamati pasiennya," kata dia.

Bantuan UNICEF lainnya yang diserahkan ke Aceh antara lain berupa sebanyak 172 buah mikroskop olympus, 22 unit mikroskop entomology lengkap pengukur salinity metres, 200 ribu unit alat uji cepat bagi malaria dan 200 ribu paket penobatan malaria serta 22 unit komputer laptop untuk menunjang Dinas Kesehatan.

Selain badan dunia itu, Marwan menjelaskan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM/NGO) internasional yakni Mentor Initiative juga telah membantu pencegahan kasus malaria di Aceh. "NGO itu telah banyak andilnya memberantas malaria di NAD," tambahnya.

Ia merincikan bantuan yang diberikan NGO Mentor Initiative antara lain berupa sebanyak 450 spraycan, lima ton fendona dan penyemprotan/pengasapan (foggyng) terhadap sekitar 8.000 unit rumah di wilayah terkena dampak tsunami. (*/dar)