Kerjasama itu ditandai demngan penandatanganan MoU oleh Kepala LPP RRI Denpasar I Gst Bagus Sudiatmaka Sugriwa dengan Direktur Radio Australia Jean Gabriel Manguy dan disaksikan Dirut RRI Parni Hadi di Denpasar, Sabtu malam.
Seusai penandatangan tersebut diperagakan sekaligus memperkenalkan siaran luar negeri Voice of Indonesia RRI sekaligus diekspose siaran luar negeri dalam sebelas bahasa, antara lain Arab, Malaysia, mandarin, Korea, Jepang dan Inggris.
Kerjasama yang dilakukan antara radio Indonesia dan Australia itu, dimana radio Australia akan memasok program radio melalui satelit, sedangkan RRI memasok berita-berita dalam bahasa Inggris dan Indonesia untuk radio Australia.
RRI dipilih untuk bekerjasama dalam program radio oleh Australia, kata Direktur Radio Australia, karena siaran radio publik Indonesia memiliki pengaruh besar di Asia Tenggara, disamping masyarakat Australia perlu berita dari Bali.
Masyarakat Australia yang memilih Bali sebagai tempat berwisata, biasanya agak bandel dimana negaranya sudah melarang untuk datang ke Indonesai termasuk Bali, tapi mereka tetap saja berlibur sambil menikmati keindahan Pulau Dewata, katanya.
Wisatawan Australia yang banyak menjadi korban Bom Kuta 2002, tetap saja dari mereka masih banyak memilih pulau Dewata sebagai tempat berlibur, hal itu terlihat dalam periode tahun 2005 turis Australia menempati posisi terbanyak ke dua setelah Jepang ke Bali.
Pelancong asal negeri Kanguru itu yang datang langsung menikmati liburannya ke Bali selama 2005 tercatat 249.001 orang atau berkurang hanya 6,9 persen jika dibandingkan periode sama 2004 yang mencapai 267.520 orang.
Wisatawan Jepang yang menempati urutan pertama tercatat 310.139 orang dari jumlah turis asing seluruhnya ke Bali 1,3 juta orang dan diharapkan dengan adanya informasi tentang Bali lebih banyak ke mancanegara, maka turis akan lebih banyak datang ke Bali.
"Kami memilih RRI untuk bekerjasama dalam program radio," kata Jean Gabriel Manguy, karena masyarakat di negeri ini termasuk yang ada di pulau Dewata mengaku banyak sebagai pendengar setia siaran radio Australia yang dipancarkan secara lugas.
Sementara, Paradise FM 100,9 MHz RRI Denpasar malam itu juga melakukan acara talk Show Chatting with Consult in Bali (Ngobrol bareng Konsul di Bali) dengan topik Peranan media massa dalam kepariwisataan yang dipandu Dirut RRI Parni Hadi.
Tampil sebagai pembicara dalam acara yang dikemas interaktif tersebut Deputy Konjen Jepang, Nomura, Konsul Kehormatan jerman, R Jantzen, Konsul kehormatan Italia Pino Confesca, Ketua ASITA Bali bagus Sudibia dan ketua Diparfda Bali Nurjaya. (*/erl)