Seorang Wanita Mesir Tewas Akibat Flu Burung

Kapanlagi.com - Seorang perempuan Mesir berumur 30 tahun meninggal dunia karena flu burung dan menjadikannya korban manusia pertama oleh virus tersebut di negeri itu, kata Kementerian Kesehatan Sabtu.

Dikatakan bahwa perempuan itu dari provinsi Qaloubiyah, sekitar 40 Km utara Kairo itu, di mana virus H5N1 telah dideteksi menyerang ayam, jatuh sakit Rabu lalu.

"Para dokter mengambil contoh untuk dianalisis di laboratorium Kementerian Kesehatan, dan mereka menegaskan bahwa wanita itu terinfeksi flu burung. Dia meninggal Jum at pagi," kata pernyataan kementerian kesehatan.

Ditambahkan bahwa perempuan itu telah diberi Tamiflu, obat yang digunakan untuk mencegah kasus yang dicurigai flu burung.

Israel mengatakan Sabtu bahwa empat pekerja peternakan yang dicurigai tertular flu burung setelah dites hasilnya negatif. Israel mendeteksi kasus pertama H5N1 pada sejumlah unggas Jum at lalu.

Flu burung telah menyebar seluruh Eropa, Afrika dan sebagian Asia serta menewaskan sedikitnya 98 orang di seluruh dunia sejak 2003.

Meskipun masih sulit dijadikan pegangan, masyarakat dapat tertular flu burung setelah kontak dengan burung atau unggas yang terinfeksi.

Para ahli ilmu pengetahuan takut virus tersebut dapat bermutasi ke dalam bentuk yang bisa mempermudah penularan antar manusia, memicu pandemi yang bisa merenggut jutaan orang tewas.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa Mesir dilaporkan mendapat kasus pertama manusia terjangkit flu burung.

Dr. Hassan al-Bushra, penasehat regional WHO untuk pengawasan penyakit menular, mengatakan flu burung H5N1 telah ditemukan di dalam suatu contoh darah yang diambil dari wanita itu, dan bahwa contoh darah lain sedang diuji serta akan diumumkan selanjutnya.

Mesir dilaporkan menemukan kasus pertama flu burung di peternakan bulan lalu. Laporan-laporan media dan negara mengatakan, H5N1 sekarang dideteksi terjangkit pada sedikitnya 17 dari 26 gubernuran serta kota Luxor.

Para petani Mesir mengatakan pasaran ternak mereka, yang senilai 17 miliar pond Mesir atau sekitar US$ 3 miliar dan memghidupi tiga juta orang, sangat terancam. (*/erl)

©2003-2007 KapanLagi.com