Indonesia Perlu Belajar Tangani Flu Burung Dari Thailand

Kapanlagi.com - Dalam beberapa pekan terakhir jumlah kasus infeksi virus flu burung pada unggas dan manusia di dunia cenderung mengalami peningkatan. Di Indonesia hingga saat ini 23 pasien telah dinyatakan positif terinfeksi virus influenza tipe A subtipe H5N1 dan 16 diantaranya meninggal dunia.

Kamis (9/2) lalu seorang pasien Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, DS (27), juga dinyatakan positif terinfeksi virus AI berdasarkan hasil pengujian laboratorium lokal (Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan dan Laboratorium Unit Riset Medis Angkatan Laut Amerika Serikat/NAMRU2).

Jumlah suspect ataupun penderita flu burung yang terus bertambah sejak kasus pertama yang menyerang keluarga Iwan Iswara, tentunya sudah lebih dari cukup untuk memancing perhatian publik.

Sayangnya, entah disadari atau tidak saat ini publik Indonesia sibuk memberikan perhatian ke para korban flu burung dan melupakan sumber penularannya yaitu unggas.

Jika berbicara mengenai flu burung maka secara otomatis benak publik akan dibawa ke gambaran mengenai RS Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara, dan bukannya peternakan ataupun unggas liar yang hingga kini masih diyakini sebagai sumber penyebaran virus AI karena penularan dari manusia ke manusia belum lagi terbukti.

Berbicara mengenai flu burung otomatis publik akan mengaitkannya pada Departemen Kesehatan dan melupakan peran sentral Departemen Pertanian yang seharusnya menjadi kunci utama untuk memutus rantai penularan.

Penggambaran hiruk pikuk RS Infensi Sulianti Suroso di media massa dan 'adem ayem' nya Departemen Pertanian ataupun Dinas-Dinas nya di tingkat propinsi memang cukup untuk menggiring opini publik bahwa seakan-akan bukan unggas penyebab penyebaran flu burung di Indonesia.

Cukup ironis karena ketika jumlah korban flu burung terus bertambah maka seharusnya ada sumber penularannya tetapi hampir sangat jarang didengar berita tentang upaya pemusnahan unggas penyebab flu burung, jangankah upaya pemusnahan, laporan tentang adanya unggas yang terserang flu burung pun jarang terdengar.

"Pemerintah Thailand melakukan investasi besar di bidang kesehatan masyarakat. Bahkan untuk pemberantasan flu burung, bagian pengawasan unggas kami bekerja sangat aktif untuk mencegah penularannya," kata Communication Officer Badan Kesehatan Internasional (WHO) Thailand Chadin Tephaval. (*/erl)

©2003-2007 KapanLagi.com