Sampel dari dua peternakan ayam di provinsi North West Frontier dikirim ke laboratorium di Inggris.
Dua sampel yang diambil dari dua peternakan ayam yang berjumlah total 23 ribu ekor ayam itu telah segera dimusnahkan dan menurut instansi terkait sejauh ini tidak ditemukan adanya kasus lain flu unggas sejak itu.
"Saya hanya dapat memastikan bahwa virus H5N1 hanya ditemukan pada sampel dua peternakan ayam tersebut ," kata seorang pejabat senior dari Departemen Pertanian, Mohammad Akhlaque kepada pers.
"Saya tidak memiliki keterangan lainnya," katanya lagi.
Berbicara kepada stasiun televisi Geo News Dirjen Peternakan Muhammad Afzal mengatakan tak ada kasus flu unggas lainnya sejak virus tersebut ditemukan pertama kali 27 Februari lalu di Manshera dan Abbotabad, dua kota di provinsi Nort West Frontier.
"Kami telah melakukan tindakan pencegahan dan terus memantau, begitu kami menemukan adanya kasus ditempat lain maka kami akan segera menanganinya," kata Afzal.
Pakistan telah bersiap diri karena sebelumnya ada kabar bahwa rangkaian virus H5N1 telah ditemukan dinegara-negara tetangga yaitu Afghanistan, India dan Iran.
Virus H5N1 yang menjadi penyebab flu unggas dan dapat berakibat fatal itu telah menyebar di seluruh wilayah Asia, sebagian dari Timur tengah, Afrika dan Eropa, dan telah merenggut nyawa sekitar 100 orang di dunia sejak merebak dan ditemukan pertama kali di Cina pada tahun 2003.
Korban pada manusia yang terakhir hingga hari ini tercatat adalah seorang wanita usia 30 tahun di Mesir, yang meninggal Ahad lalu. (*/erl)