< >

Belasan Miliar Kerugian Akibat Banjir Aceh Selatan

Selasa, 21 Maret 2006 19:24
Kapanlagi.com - Jumlah kerugian akibat banjir kiriman yang melanda dua kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dalam dua hari terakhir sejak 19 Maret 2006 diperkirakan mencapai Rp12 miliar.

"Banjir dua hari akibat hujan deras itu mengakibatkan hancurnya berbagai fasilitas umum dan rusaknya puluhan unit rumah penduduk," kata Asisten II Sekretaris Kabupaten Aceh Selatan, Harmaini di Banda Aceh, Selasa (21/03).

Saat ini, masyarakat di kecamatan kota Tapaktuan mengalami krisis air bersih menyusul lumpuhnya pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

"Meski banjir bandang itu telah surut, namun masyarakat masih kesulitan memperoleh air bersih karena terhentinya pasokan dari PDAM," tambahnya.

Dijelaskan, seluruh fasilitas PDAM Tirta Naga Tapaktuan yang hancur akibat diterjang banjir belum berfungsi karena ada beberapa pipa suplay air rusak.

"Namun saat ini upaya pemulihan terhadap fasilitas PDAM itu terus dilakukan. Selain mengandalkan suplai air bersih lewat truk tangki, masyarakat juga menampung air hujan meski sangat terbatas dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari," kata dia.

Lebih lanjut, Harmaini, menjelaskan fasilitas pemerintah dan umum yang mengalami rusak total dan ringan akibat banjir di Aceh Selatan itu antara lain jalan raya sepanjang dua kilometer.

"Selain ruas jalan rusak, juga terjadi longsor di 15 titik yakni di kawasan desa Panton Luas," jelasnya.

Kemudian, tiga unit jembatan atau sepanjang 15 meter, menghubungkan antardesa di Panton Luas juga rusak berat. Sepanjang 900 meter drainase rusak berat di kawasan Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan.

"Gunung Kerambil merupakan kawasan terparah diterjang banjir. Sepanjang 800 meter badan jalan di kawasan itu tertimbun lumpur berkisar 30 hingga 40 sentimeter," katanya seraya menambahkan jarak kota Tapaktuan dengan Gunung Kerambil itu sekitar tiga kilometer. (*/lpk)