"Rumah-rumah itu dibangun permanen di Desa Blang krueng Kecamatan Baitussalam Aceh Besar. Rumah tersebut terdiri dari 100 rumah utnuk Universitas Syaiah Kuala dan 50 rumah untuk janda tsunami," kata juru bicara Islamic Relief di Aceh, Oya Muhammad Akbar, di Banda Aceh, Selasa (21/03).
Ia menjelaskan penyerahan rumah bantuan itu turut disaksikan oleh Kepala BRR Aceh-Nias, Kuntoro Mangkusobroto, Staf Ahli Menteri Pendidikan bidang IPTEK Herwindo Haribono, Ph.D, Asisten II Sekretaris Provinsi NAD Muhyan Yunan, dan staf Islamic Relief dari kantor Prancis, Mohamed Eloardi dan Direktur IR Malaysia, Abdelsalam.
Dijelaskannya, perumahan bantuan Islamic Relief itu telah dimulai sejak Juni 2005, sedangkan lima puluh unit rumah untuk janda dimulai pada Agustus.
Selain rumah, dilokasi tersebut juga dibangun Child Center yang didanai badan dunia bidang pembangunan, UNDP.
Rumah-rumah yang dibangun oleh Islamic Relief tersebut dilengkapi dengan furniture dan taman saluran air bersih. Child center diperuntukkan kepada anak-anak juga dilengkapi dengan buku-buku, mainan, alat musik, dan dua computer yang telah dilengkapi dengan program-program pembelajaran anak, kata dia.
Sementara Kepala BRR Aceh-Nias, Kuntoro Mangkusubroto, mengatakan bahwa dengan adanya rumah ini, maka para penerima khusus staf pengajar Unsyiah telah bisa terfokus kembali pada kewajibannya sebagai tenaga pengajar.
Sedangkan Ketua missi Islamic Relief Aceh, Khaled Khalifa mengatakan apa yang telah dilakukan lembaganya dalam memberikan bantuan perumahan bukanlah hal terakhir. Di Aceh Besar, Islamic Relief akan membangun 304 rumah di Desa Monsinget dan Kajhu Indah, sebanyak 50 unit rumah di Sigli dan 204 unit rumah di Suak Pandan, Meulaboh.
"Insya Allah bulan dua atau tiga bulan yang akan datang kami akan menyerahkan perumahan untuk korban tsunami di Meulaboh. Hingga saat ini Islamic Relief Aceh telah beroperasi di lima wilayah yaitu Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Meulaboh dan Calang," katanya.
Selain program perumahan Islamic Relief juga bekerja di sektor lain seperti penyediaan air besih, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan pemberian bea siswa untuk anak yatim. (*/lpk)