< >

PAN Targetkan Masuk Dua Besar Pememang Pemilu 2009

Sabtu, 08 April 2006 22:16
Kapanlagi.com - Partai Amanat Nasional (PAN) merupakan sebuah partai pahala sejarah dan bukannya dosa sejarah bangsa dalam mencetuskan gerakan reformasi dan pembaruan sehingga perlu melakukan konsolidiasi secara solid agar masuk dalam dua besar parpol pemenang pemilihan umum 2009, kata Sekjen PAN, Zulkifli Hasan.

"Keberadaan PAN sekarang ini cukup disegani karena perkembangannya di berbagai daerah yang selama ini kurang diperhitungkan mulai mengalami kemajuan," katanya ketika membuka musyawarah wilayah (muswil) II DPD PAN Maluku di Ambon, Sabtu.

Apalagi partai berlambang matahari terbit itu dewasa ini juga cukup mendapat perhatian terutama mengenai berbagai masukan terhadap kebijakan pemerintah untuk tidak menaikkan harga Tarif Dasar Listrik (RDL) atau rencana penjualan Garuda kepada pihak asing.

Untuk mencapai target dua besar dalam pesta demokrasi pemilu 2009 nanti, katanya, diharapkan kepada segenap kader partai agar tidak ada lagi perbedaan pendapat karena biasanya persoalan internal partai muncul akibat masalah-masalah sepele.

"Setiap kader yang ikut dalam muswil ini perlu menghindari perbedaan-perbedaan yang tidak perlu karena proses ini bukan sebagai tempat mempertentangkan ideologi tapi hanya masalah politik dan siapapun yang terpilih menjadi ketua DPD nantinya harus merangkul figur lain untuk sama-sama memajukan kepentingan partai," kata Zulkifli yang juga anggota panitia anggaran DPR itu.

Sementara Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu yang hadir dalam acara pembukaan Muswil yang diikuti 150 peserta itu ia mengimbau PAN untuk lebih berperan memainkan fungsinya dalam memberikan pendidikan politik bagi masyarakat.

"Pendidikan politik yang lebih terbuka dan dewasa kepada masyarakat yang dilakukan sebuah parpol ini sudah sesuai dengan tuntutan Undang-Undang nomor 31 tahun 2002 karena menjadi tugas dan tanggung jawab mereka," kata Gubernur.

Lewat muswil II ini juga diharapkan dapat terlahir seorang pemimpin partai yang etis, bermoral dan diterima semua pihak.

Apalagi sekarang ini masyarakat di Provinsi Maluku akan menghadapi beberapa `moment` pilkada seperti Kota Ambon ataupun Kabupaten Buru dan Maluku Tenggara Barat sehingga proses demokrasi ini bisa berjalan baik.

"Gagalnya pelaksanaan pilkada di suatu daerah tentunya tidak terlepas dari masalah rendahnya kesadaran politik masyarakatnya, apalagi sampai menimbulkan situasi yang instabilitas maka sejak awal setiap parpol termasuk PAN harus berperan aktif memberikan pendidikan politik yang baik," kata Gubernur Ralahalu. (*/lpk)