Jurubicara Kementerian Luar Negeri AS Sean McCormack mengatakan, ruang gerak duta besar Venezuela di AS akan "sangat dibatasi" jika ada serangan lain terhadap Dubes AS William Brownfield.
Ia menyampaikan pernyataan itu sehari setelah Presiden Venezuela Hugo Chavez mengancam akan mengusir Brownfield karena "provokasi" dalam perang kata yang meningkat antara pemerintah AS dan pemerintah populis-kiri terpilih di Caracas.
McCormack mengatakan, pelemparan telur dan tomat ke arah mobil Brownfield pada Jumat merupakan serangan ketiga semacam itu dalam beberapa pekan terakhir ini dan bukan merupakan tindakan spontan massa yang berkumpul.
"Ini diatur," katanya kepada wartawan pada jumpa pers di Kementerian Luar Negeri AS. "Pemerintah mengetahuinya. Maka, secara pasti, ada keterlibatan pemerintah (Venezuela) dalam hal ini."
McCormack mengecam serangan pada mobil Brownfield itu, yang diblokade dan dilempari ketika ia tiba di sebuah pusat olahraga di luar Caracas untuk memberikan sumbangan kepada sebuah tim baseball muda.
"Ini hanya upaya jahat untuk menakut-nakuti duta besar," katanya.
Dengan menyebutkan kewajiban Venezuela sesuai dengan Konvensi Wina untuk melindungi para diplomat, McCormack mengatakan, bila hal semacam itu terjadi lagi, maka akan ada "konsekuensi diplomatik serius antara kedua negara kami".
"Dan saya rasa duta besar Venezuela mungkin akan mendapati ruang geraknya di sekitar AS sangat terbatas," kata jurubicara tersebut.
Ia tidak memberikan penjelasan terinci lebih lanjut namun mengisyaratkan bahwa pembatasan itu mungkin lebih ketat daripada radius perjalanan 24 kilometer yang seringkali diberlakukan pada diplomat ketika Washington ingin menunjukkan ketidaksenangannya. (*/cax)