"Kami sudah menunjuk lawyer Indra Syahnun Lubis dan menyerahkan sepenuhnya kepada mereka apa yang mereka anggap baik untuk itu," kata Wakil Sekretaris Fraksi PAN DPR M Nadjib di Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa (11/04).
Dia menjelaskan, tim pengacara itu diminta untuk melapor kepada DPP PAN mengenai setiap perkembangan dari langkah yang dilakukan.
"Tentang melapor kepada polisi, kemudian tentang somasi dan lain sebagainya itu masalah teknis yang sepenuhnya merupakan wilayah lawyer. Kita tidak ingin masuk ke wilayah yang sangat detil seperti itu," katanya.
Dia menyatakan, persoalan yang dihadapi PAN ini tidak akan menjadi polemik. "Kalau disebut masalah ini jadi polemik saya kira tidak. Tetapi kalau jadi rumor dan isu yang hangat ya," katanya.
Pihaknya sudah sampai pada kesimpulan bahwa isu ini tidak ada faktanya dan tidak ada realitas.
"Ini lebih sebagai gosip yang berkembang karena persoalan hubungan suami istri yang tidak hamonis. Cuma apes-nya, si istri ini banyak manggung dalam acara PAN yang sering kali juga dihadiri Ketua Umum PAN," katanya.
Figur Soetrisno sebagai Ketua Umum DPP PAN mudah dipojokan. Nama Soetrisno Bachir beberapa hari ini dikaitkan dengan keretakan rumahtangga pasangan artis Nia Paramitha dan Gusti Randa.
"Itu memang ruang yang sangat terbuka yang tidak bisa dikendalikan, sebagai publik figur. Apalagi wilayah politik yang sangat sensitif itu memang sangat rentan terhadap gosip dan terhadap rumor dan juga `manuver-manuver` politik dari penumpang gelap," katanya.
Dia mengatakan, situasi seperti itu tidak bisa dihindari dan sebagai parpol, PAN harus hadapi persoalan. "Tetapi PAN harus dengan kepala dingin, dengan langkah-langkah yang rasional dan proporsional. Kita menanggapinya harus hati-hati kalau PAN salah mengambil reaksi, kalau salah merespon bukan mustahil `image` parpol ini akan terpuruk. karena itu, kita hati-hati menanggapinya," kata Nadjib.
Ketika ditanya kemungkinan PAN tidak lagi melibatkan artis dalam kegiatannya, Nadjib mengatakan, pihaknya tetap akan mengajak artis dalam kegiatan yang melibatkan publik.
"Karena hal itu salah satu cara menghibur konstituen, menghibur masyarakat yang menghadapi persoalan pelik, ada persoalan ekonomi, ada persoalan buruh yang memang tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat," katanya.
Karena itu, pihaknya perlu memberi terapi singkat kepada masyarakat tetapi dengan memberi langkah-langklah jangka panjang.
"Ini 'kan menghibur mereka yang susah. Itu bagian dari pirnsip yang kita kembangkan sekarang. Kita lebih banyak mengembangkan aktivitas sosial," katanya. (*/lpk)