"Penggerak massa hari ini dipanggil untk dimintai keterangan soal kejadian kemarin," kata Firman Gani di Jakarta, Kamis .
Kendati Firman Gani tidak menyebutkan berapa orang pimpinan massa yang akan dimintai keterangan namun yang jelas nama-nama itu sudah ditangan penyidik Polres Metro Jaksel.
Dikatakannya, dengan pemanggilan pimpinan massa FPI itu, penyidik berhadap dapat mengetahui siapa yang terlibat dalam pengrusakan kaca bangunan dan melempari polisi dengan batu hingga mengakibatkan satu polisi menderita luka.
Ratusan anggota FPI, Rabu (12/4) melakukan aksi unjuk rasa di Kejaksaan Agung, Mabes Polri dan depan kantor majalah "Playboy" di kaca gedung AAF, Jl TB Simatupang hancur.
Tapi, massa salah sasaran karena yang dirusak hanya bangunan di lantai bawah sedangkan kantor majalah itu terletak di lantai 8.
Saat mengamankan aksi massa di depan gedung AAF itu, satu anggota polisi mengalami luka akibat terkena lemparan batu.
Firman Gani mengatakan, hingga saat ini belum ada anggota FPI yang ditahan atau dimintai keterangan terkait dengan kejadian itu.
Kapolda menyatakan, siapa pun yang terlibat dalam pengrusakan akan diproses secara hukum.
Majalah "Playboy" edisi perdana versi bahasa Indonesia telah terbit pekan lalu kendati isinya jauh berbeda dengan majalah yang sama di Amerika Serikat.
Kendati foto di majalah itu masih dinilai wajar, namun FPI sejak awal menyatakan menolak dengan tegas. (*/rit)