< >

Golkar Lebih Pentingkan Keutuhan Masyarakat

Minggu, 16 April 2006 12:34
Kapanlagi.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Drs. H.M. Jusuf Kalla mengatakan, Partai Golkar lebih mengutamakan keutuhan masyarakat ketimbang kepentingan Golkar sendiri.

"Golkar juga senang berpolitik, tapi lebih mengutamakan seluruh kepentingan masyarakat daripada sekadar kepentingan partai," kata Jusuf Kalla dalam acara temu kader dan silaturahmi Partai Golkar se-Jateng di PRPP Jateng, Semarang, Sabtu.

Hal itu, kata Jusuf Kalla yang juga Wakil Presiden RI, sudah menjadi prinsip partai dalam menjaga keutuhan masyarakat, persatuan dan juga tetap mempunyai pemimpin yang dapat mengayomi semua pihak.

Jusuf Kalla juga bangga karena pengurus Partai Golkar mulai tingkat bawah hingga pusat, termasuk anggota DPRD dan DPR RI telah berbuat maksimal, dan sama sekali tidak mendengar para pimpinan yang mendapat celaan dari masyarakat, di samping Partai Golkar tidak terdengar perpecahan di mana-mana.

"Dalam beberapa kesempatan saya bertemu pimpinan partai seperti di Jepang, Malaysia dan Singapura, dan menanyakan mengapa partai di negara itu bertahan memerintah sampai puluhan tahun, dan bisa menjadi partai yang besar begitu lama. Jawaban mereka hanya satu bahwa kami mengutamakan kesejahteraan rakyat," katanya.

Apabila hal itu bisa dicapai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi di negeri ini, kata Jusuf Kalla, pada masa pemilu tidak perlu lagi berkampanye banyak.

"Jika Anda sejak sekarang berbuat baik untuk rakyat, kelak rakyat akan marah bila Anda tidak dipilih. Tapi apabila Anda tidak berbuat baik untuk rakyat, justru rakyat akan marah kenapa Anda dipilih," katanya.

Menurut dia, pengaruh kampanye itu tidak banyak, sebab pengaruh berbuat baik justru sangat penting kepada masyarakat. "Maka berbuat baiklah kepada masyarakat," katanya menandaskan.

Ia menambahkan, Partai Golkar telah diteliti dengan baik, dan dinyatakan partai terbaik di Indonesia.

Kendati demikian, lanjut dia, dirinya merasa belum puas karena hasilnya baru 17 persen dari jumlah pemilih pada Pemilu 2004. "Tapi untuk partai lain jauh di bawahnya. Oleh karena itu pada pemilu mendatang perolehan Partai Golkar diharapkan lebih tinggi dari pemilu yang lalu," katanya berharap.

Menyinggung soal pilkada, ia mengatakan, masyarakat memilih bukan karena partainya tetapi perilaku orangnya (figur) dan pemikiran untuk program masa depan. Sedangkan pengaruh partai itu hanya 20 persen.

"Pengaruh orangnya lebih besar dibandingkan dengan partainya," katanya.

Menanggapi adanya keluhan guru bantu di Jateng yang menginginkan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Jusuf Kalla mengatakan, sejak awal pemerintah dan DPR dari Komisi III telah menyepakati bahwa semua guru bantu secara bertahap akan menjadi PNS. "Mengapa, karena kita butuh guru," katanya.

Menurut Kalla, karena tidak ada suatu bangsa yang maju tanpa sekolah yang baik, dan tidak ada sekolah yang baik kalau tidak ada guru, sehingga masalah guru bantu pasti akan diselesaikan.

Soal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)karyawan Texmaco, kata Jusuf Kalla, pemerintah tentu akan menyelesaikan secara baik, karena perusahaan tersebut belum dijual.

Dalam acara temu kader dan silaturahmi Partai Golkar se-Jateng tersebut juga dihadiri Ketua DPP Partai Golkar Syamsul Muarif, Sekjen DPP Partai Golkar Soemarsono dan Ketua Korwil Partai Golkar Jateng Prof. Dr. Muladi, S.H., Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Jateng Soewardi, dan Ketua DPD I Partai Golkar Jateng, H. Bambang Sadono, S.H.,M.H. serta ribuan kader Partai Golkar. (*/erl)