< >

Partai Amanat Nasional Dalami Lima Isu Sentral

Senin, 17 April 2006 08:33
Kapanlagi.com - Partai Amanat Nasional (PAN) tengah mendalami lima isu sentral yang menyebabkan negara kehilangan kemandirian.

"Bangsa kita ini sudah kehilangan kemandirian, oleh karena itu kami menekankan kepada kader PAN di DPR untuk mendalami lima isu sentral. Bukan isu remeh-temeh seperti RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, biarlah isu itu diambil oleh parpol lain," kata Ketua MPP PAN Dr.Amien Rais, usai mengikuti acara penutupan Rakernas I PAN di Jakarta, Minggu.

Lebih lanjut mantan Ketua MPR itu menyebutkan lima isu sentral tersebut adalah kontrak karya Freeport, pengelolaan ladang minyak Blok Cepu, pengelolaan ladang gas Natuna, penjualan LNG Tangguh dengan harga murah dan penjualan saham Indosat kepada Singapura.

Menurut Amien kalau proses kontrak karya diperhitungkan secara cermat oleh pemerintah tidak mungkin menimbulkan konflik seperti yang berulangkali terjadi di Papua.

"Sekarang ini yang terjadi di sana, sebuah gunung besar telah amblas yang menimbulkan cekungan sedalam 700 meter atau dua kali lipat dari kedalaman terusan Panama. Ditambah lagi kerusakan ekosistem 85 hektare laut Arafura akibat terkontaminasi bahan kimia," ujarnya.

Demikian halnya kontrak karya Blok Cepu olek Exxon Mobil dalam jangka waktu relatif lama, yakni 30 tahun sampai 2036 tanpa adanya pertimbangan mengenai kelangsungan generasi berikutnya.

"Soal Natuna, kami baru saja menerima informasi dari Pak Alvin Lie (Wakil Ketua Komisi VII) bahwa 100 persen pengelolaannya diberikan kepada Exxon, bahkan alat meteran diberikan begitu saja kepada Singapura," katanya.

Amien juga menyoroti penjualan LNG Tangguh dan saham Indosat dengan harga murah. "Bangsa ini akan terpuruk jika kebijakan pemerintah memberikan peluang kepada pihak asing untuk menguasai kita," kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

Ia mengingatkan agar pemerintah perlu belajar kepada negara-negara dunia ketiga yang bisa bersikap mandiri dari tekanan asing seperti Malaysia, Korea Selatan, Thailand, India, Cina, Bolivia, Peru, dan Ekuador.

"Sayangnya kita ini sudah telanjur mengalami tiga defisit, yakni defisit cita-cita, defisit keberanian dan defisit percaya diri sehingga setiap kali ada persoalan tidak bisa diselesaikan sendiri termasuk krisis moneter yang berkepanjangan akibat campur tangan pihak asing seperti IMF," tuturnya.

Oleh sebab itu dia meminta agar kader PAN terus memperjuangkan kepentingan semua golongan agar partai dengan lambang matahari terbit itu tetap dicintai rakyat.

"Kalau kader PAN mendukung semua kebijakan pemerintah, maka akan rugi dan akan ditinggalkan," ujarnya seraya menyatakan optimisme bahwa target 100 kursi DPR akan terealisasi pada Pemilu 2009 mendatang sebagaimana diamanatkan dalam Rakernas I yang berlangsung pada 14-16 April di Jakarta.

Sementara itu Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir mengatakan bahwa Rakernas tersebut sama sekali tidak membahas Capres dan Cawapres yang akan diajukan dalam Pilpres 2009 mendatang.

"Masalah ini Insya Allah dibahas dalam Rakernas IV yang akan kami selenggarakan setahun menjelang Pilpres. Kalau nggak mengajukan nomor satu (capres), nomor dua (cawapres) tidak apa-apa," ujarnya. (*/cax)