Bentrokan itu terjadi Sabtu larut malam di provinsi Kunar, Afghanistan timur, dimana pasukan Afghanistan dan koalisi pekan lalu meluncurkan salah satu operasi terbesar mereka dalam waktu beberapa bulan ini terhadap gerilyawan Taliban.
"Laporan-laporan pendahuluan menunjukkan bahwa tujuh warga sipil tewas dan tiga orang cedera di dekat lokasi pertempuran itu," kata militer dalam sebuah pernyataan.
Selama tembak-menembak dalam jarak dekat dengan sekitar delapan hingga sepuluh gerilyawan, "pasukan koalisi menggunakan dukungan udara ketat, tembakan langsung dan artileri untuk menekan tembakan dari gerilyawan di sebuah rumah dan sebuah gua," katanya.
"Beberapa gerilyawan diyakini tewas, yang lain mundur," tambah militer AS dalam pernyataan itu.
Pasukan koalisi mengetahui kemudian bahwa orang-orang sipil terperangkap dalam bentrokan tersebut. Korban yang cedera dibawa ke sebuah rumah sakit koalisi di ibukota provinsi tersebut, Asadabad.
Sementara itu, pasukan yang dipimpin AS bekerja sama dengan para pejabat pemerintah Afghanistan untuk menyerahkan jasad warga sipil yang tewas kepada keluarga mereka.
"Kami sangat menyesalkan kematian orang-orang tak berdosa," kata Kolonel Angkatan Darat John Nicholson, komandan satuan tugas koalisi Spartan yang merupakan bagian dari Operasi Singa Gunung yang diluncurkan di Kunar pekan lalu.
"Saya memimpin penyelidikan untuk menetapkan kenyataan-kenyataan dalam masalah ini," tambah komandan koalisi Mayjen Angkatan Darat Benjamin C. Freakley.
Sekitar 2.500 prajurit Afghanistan dan koalisi yang dipimpin AS, yang didukung oleh pesawat-pesawat tempur Inggris dan Amerika, mengambil bagian dalam operasi itu, yang diluncurkan Rabu dengan serangan-serangan udara dan darat menjelang fajar.
Enam gerilyawan tewas pada hari pertama operasi itu, dan pejabat-pejabat Afghanistan mengumumkan dua kematian lagi Jumat.
Operasi itu dipandang sebagai pembalasan langsung atas ofensif baru musim semi yang dilancarkan Taliban dengan serangkaian ledakan bom bunuh diri dan serangan lain di wilayah selatan dan timur Afghanistan.
Taliban digulingkan dari kekuasaan pada akhir 2001 dalam operasi yang dipimpin Amerika setelah serangan-serangan 11 September di AS yang dituduhkan pada jaringan Al-Qaeda, sekutu rejim garis keras Afghanistan itu. (*/rit)