Buku yang dipersembahkan oleh Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) itu diluncurkan di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin malam.
"Ini merupakan hadiah ulang tahun saya dari INTI dan Matakin," ujarnya.
Jimly mengatakan bahwa buku tersebut merupakan kumpulan tulisan tentang dirinya karya beberapa orang dekatnya seperti delapan hakim konstitusi dan beberapa tokoh lainnya seperti anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari DKI Jakarta, Sarwono Kusumaatmadja.
Selain itu, Jimly juga turut menyumbangkan tulisan tentang perjalanan hidupnya.
"Sebenarnya masih banyak tulisan dari tokoh lain seperti Hamid Awaluddin (Menteri Hukum dan HAM-red), tetapi karena waktunya sempit dan mendadak tidak sempat dimasukkan. Mungkin nanti, menyusul dalam buku berikutnya," tuturnya.
Selain menceritakan berbagai pandangan orang tentang Jimly, buku itu juga "berbicara" tentang konstitusi dan semangat kebangsaan dengan gaya yang ringan.
Jimly yang telah menulis 23 buku itu mengatakan, ia tidak akan pernah berhenti menulis dan tetap akan terus berkarya.
"Saya tidak akan berhenti menulis, tunggu karya-karya saya selanjutnya," ujarnya.
Acara yang diselenggarakan oleh INTI dan Matakin itu dihadiri antara lain oleh Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution dan beberapa anggota DPR. (*/lpk)