Pasukan keamanan segera menutup daerah sekitar Universitas Baquba setelah serangan itu, dan korban-korban yang tewas dan cedera dibawa ke Rumah Sakit Umum Baquba.
Serangan itu terjadi setelah satu sumber kepolisian Irak mengumumkan penemuan sembilan mayat dengan luka tembakan antara daerah-daerah al-Mussayeb dan al-Iskandariya, 36 kilometer sebelah selatan Baghdad.
Mayat-mayat itu diborgol dan ditutup matanya dan menunjukkan tanda-tanda penyiksaan, kata sumber itu.
Sebelumnya, pasukan AS bentrok dengan gerilyawan di al-Ramadi, 110 kilometer sebelah barat Baghdad, menewaskan empat warga sipil dan mencederai enam lain, termasuk anak-anak kecil dan wanita, kata satu sumber kepolisian.
Rumah-rumah penduduk terkena roket yang ditembakkan tank-tank AS setelah bentrokan itu, dan sebuah tank Amerika hancur oleh sebuah granat roket, kata sumber itu.
Juga Rabu, seorang pemimpin Syiah, Syeikh Saad Jaber Yassin, dibunuh di kota Al-Kut, 170 kilometer sebelah tenggara Baghdad, kata sumber-sumber keamanan Irak.
Pembunuhan pemimpin suku Bani Lam itu dilakukan oleh para penyerang yang tidak dikenal, yang memasang bom di bawah tempat duduk depan mobil Chevrolet-nya, yang diparkir di luar rumah tokoh Syiah itu di distrik Khan Bani di kota itu.
Guru SD dipenggal
Sementara itu, Kementerian Negara Keamanan Nasional Irak menyatakan, Rabu, dua kelompok orang bersenjata memasuki dua sekolah dasar di Baghdad dan memenggal dua guru di depan murid-murid mereka.
Namun, militer AS dan seorang pejabat kepolisian mengatakan, serangan itu tidak pernah terjadi.
"Dua kelompok teroris memenggal dua guru di depan murid-murid mereka di SD Amna dan SD Shaheed Hamdi di distrik Shaab di Baghdad," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Seorang pejabat di kantor pers kementerian itu juga mengkonfirmasi laporan tersebut.
Namun, militer Amerika menyatakan bahwa laporan itu bohong.
"Laporan ini tidak benar. Itu tidak terjadi. Namun kami masih melakukan penyelidikan dengan polisi Irak dan sumber-sumber lain," kata jurubicara militer AS Letkol Barry Johnson.
Mayor polisi Kassim Ahmed mengatakan kepada seorang wartawan Reuters yang pergi ke lokasi kejadian, "Ini tidak benar. Itu dibuat-buat." (*/rit)