Penyanderaan yang berlangsung singkat itu menggarisbawahi ketegangan sosial yang dihadapi Evo Morales, presiden Indian pertama Bolivia yang berkuasa tiga bulan lalu dengan janji-janji menasionalkan sumber-sumber energi yang besar dan mengangkat mayoritas penduduk asli dari kemiskinan.
Ketiga menteri itu dibebaskan setelah polisi melakukan operasi pagi, kata jurubicara pemerintah Alex Contreras, tanpa memberikan penjelasan terinci lebih lanjut.
Menteri Perencanaan Carlos Villegas, Menteri Pembangunan Ekonomi Celinda Sosa dan Menteri Pertambangan Walter Villarroel diculik Selasa larut malam setelah pergi ke kota Puerto Suarez, sekitar 1.800 kilometer sebelah tenggara La Paz dekat perbatasan dengan Brasil.
Menteri-menteri itu berharap bisa menjelaskan kepada penduduk bahwa pabrik baja yang sedang dibangun di sana melanggar aturan konstitusi yang melarang kepemilikan asing dalam radius 50 kilometer dari perbatasan.
Namun, penduduk Puerto Suarez mengatakan, mereka ingin pemerintah mengizinkan pabrik itu dengan mengatakan, itu bisa memberi mereka pekerjaan.
Mereka juga meminta jaminan pemerintah bahwa penawaran mengenai sebuah proyek pertambangan biji besi, el-Mutun, dilaksanakan pada Mei seperti yang direncanakan.
Beberapa jam setelah penculikan itu, pemerintah menyatakan bahwa mereka mungkin menunda penawaran proyek el-Mutun untuk mengoreksi apa yang mereka sebut ketidakberesan dalam persaingan yang semula menarik minat lima perusahaan internasional. (*/rit)