< >

Pemicu Longsor di Trenggalek Akibat Hujan Diatas Batas Normal

Jum'at, 21 April 2006 20:04
Kapanlagi.com - Kepala Bidang Pengamat Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi Badan Geologi, Surono, mengatakan, pemicu banjir bandang dan tanah longsor di enam kecamatan di Kabupaten Trenggalek, Jatim, Kamis (20/04) dini hari, disebabkan oleh hujan diatas batas normal sehingga terjadi pergeseran tanah.

Kecamatan yang dilanda banjir ialah Bendungan, Pagolan, Trenggalek, Karangan, Tugu dan Gandusari.

"Hujan yang melebihi batas normal tersebut mengguyur daerah yang mayoritas memiliki zona keretanan gerakan tanah menengah dan tinggi serta sedikit zona keretanan gerakan tanah rendah dan sangat rendah, salah satunya kecamatan Bendungan yang merupakan tempat terjadi tanah longsor, " katanya kepada pers di Bandung, Jumat (21/04).

Banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Trenggalek juga terjadi karena di daerah itu banyak daerah perbukitan yang sedang dan terjal, sedangkan daerah datar sedikit sekali, sehingga secara otomatis bila diguyur hujan deras, maka terjadi tanah longsor.

Daerah tersebut kondisi tanahnya sangat rentan sekali, sehingga terjadi gerakan tanah, dan juga kemiringan lerengnya akan semakin membuat daerah tersebut menjadi labil serta dipicu oleh hujan lebat.

"Apalagi kalau daerah tersebut vegetasinya kurang, akan terjadi lebih parah lagi banjir bandang dan tanah longsor," ujarnya.

Menurut dia, Jabar bagian selatan juga memiliki kemiringan lerengnya yang sama dan bila terjadi hujan lebat, maka tinggal menunggu waktu saja.

Ia mengatakan, jika Jabar selatan mengalami hujan deras, maka yang perlu diperhatikan adalah Garut, Tasik Ciamis, Bandung Selatan, Cianjur dan Bogor karena daerah tersebut rawan sekali terjadi tanah longsor.

Menurut dia ada beberapa jalur di Jabar yang rawan terjadi pergeseran tanah, antara lain, jalur Padalarang-Purwakarta sebanyak empat lokasi, jalur Jonggol-Cariu-Cianjur sebanyak tiga lokasi, jalur Ciawi-Cianjur sebanyak dua lokasi, dan jalur Sumedang-Subang sebanyak satu lokasi.

Kemudian jalur Bandung-Sumedang-Kadipaten sebanyak tiga lokasi, jalur Rangkas Bitung-Bogor sebanyak dua lokasi, jalur Bandung-Garut sebanyak dua lokasi, dan Bandung-Cianjur sebanyak dua lokasi. (*/lpk)