< >

'Monica Mati' Usai Masuki Wilayah Australia

Kamis, 27 April 2006 16:16
Kapanlagi.com - Kekhawatiran masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap kemungkinan terjadi badai besar berupa hujan disertai angin kencang, akhirnya pupus setelah BMG Stasiun EL Tari Kupang mengabarkan bahwa Badai Monica sudah berakhir (mati) setelah memasuki daratan Australia.

Hasil pantauan satelit menunjukkan bahwa Badai Monica itu sudah mati pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 Wita setelah pergerakan angin di pusat badai terus berputar menuju arah barat daya di utara daratan Australia.

"Jika bibit badai sudah memasuki wilayah daratan, dengan sendirinya akan mati. Puji Tuhan..kita sudah bisa terhindar dari badai besar," kata Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun El Tari Kupang, Albertus Kusbagio ketika menginformasikan perkembangan Badai Monica itu kepada ANTARA di Kupang, Kamis.

Saat ini, jelas Kusbagio, NTT sudah memasuki musim pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau yang tergambar dari pergerakan angin timur setelah efek badai Monica memasuki daratan Australia dan berakhir di sana.

"Sebagian wilayah kita di NTT masih berpotensi terjadinya hujan, namun sifatnya lokalan dengan intensitas serta jumlah curah hujan yang relatif sedikit karena wilayah kita sedang memasuki musim peralihan menuju ke musim kemarau," ujarnya.

Dalam tahun ini, curah hujan di NTT cukup tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berlangsung empat bulan sebagai akibat dari efek Badai Monica yang terus bertengger di atas Benua Australia yang terus bergerak menuju selatan Pulau Timor dan utara Australia.

Efek dari Badai Monica ini menciptakan gumpalan awan tebal di wilayah NTT sehingga terus memicu turunnya hujan. Hingga pertengahan April, NTT masih kebagian hujan sebagai dampak dari badai tropis tersebut.

Musim hujan di NTT biasanya berlangsung dari November sampai Februari, namun dalam tahun ini musim hujan justru datang lebih awal sejak Oktober 2005 dan terus berlangsung hingga pertengahan April 2006.

"Sekarang kita memasuki peralihan musim ke musim kemarau yang ditandai dengan pergerakan angin timur setelah berakhirnya Badai Monica pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 Wita," kata Kusbagio. (*/rit)