< >

KSAD: Atlit Kita Miskin Prestasi

Kamis, 27 April 2006 19:30
Kapanlagi.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan, beberapa event pertandingan cabang olahraga baik di lingkup nasional maupun internasional yang diikuti, namun atlit kita miskin prestasi.

Kita semua mengharapkan melalui kejuaraan karate ini akan dapat melahirkan karateka andalan yang siap berbicara di forum regional dan internasional, katanya pada pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala KSAD VIII Tahun 2006 di Medan, Kamis.

Dalam acara tersebut hadir Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jenderal TNI (Purn) Luhut B. Panjaitan, Pangdam I/BB Mayjen TNI Liliek AS, dan undangan lainnya.

KSAD menambahkan, Kejurnas ini diselenggarakan untuk memacu prestasi atlit karate nasional, serta mempersiapkan atlit-atlit menghadapi Asean Games pada tahun 2006, dan persiapan Kejuaraan Karate Dunia di Finlandia pada November 2006 mendatang.

Ia mengatakan, satu cabang olahraga beladiri, olahraga Karate memiliki nilai-nilai dasar yang sama dengan nilai keprajuritan, yakni sikap dan perilaku yang dilandasi semangat patriotisme, dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.

Nilai-nilai dasar tersebut harus ditanamkan dan dikembangkan untuk membentuk watak masyarakat untuk menjadi bangsa yang besar dan setara dengan bangsa maju lainnya di dunia.

Ini perlu disampaikan, mengingat nilai-nilai dasar yang terpancar pada watak para pendahulu kita masa lalu, yakni watak yang menampilkan sikap yang lebih mementingkan negara dari pada kelompok atau pribadi, ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, akhir-akhir ini ini membias pada sebahagian anak bangsa yang berkeinginan untuk membangun konflik dari pada keinginan membangun solidaritas,persatuan, dan kesatuan yang harmonis diantara semua anak bangsa.

Sikap, watak dan perilaku yang seperti ini selalu ingin menciptakan konflik.

Bahkan, membangun konflik yang tega membenturkan sesama anak bangsa, diyakini tidak akan pernah ada pada diri setiap karateka.

Itulah sebabnya, dalam konteks nasional karaktrer building bangsa ini, olahraga karateka dijadikan sebagai salah satu sarana watak anak bangsa, sebagaimana dilakukan di satuan-satuan TNI-AD, tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Pelaksana Kejuaraan Karate Piala KSAD VIII/2006, Kol CPM. Agus Heriyadi mengatakan, kegiatan Kejurnas Karate tersebut diikuti sebanyak 24 Pengda FORKI se -Indonesia, dan beberapa diantaranya, yakni Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), dan DKI Jakarta.

Pengda FORKI Maluku, NTT, NTB, Sulteng, Kaltim, Bali, Sumbar, Jambi, dan lainnya.

Kejurnas Karate tersebut berlangsung sejak 27 sampai dengan 29 April 2006 yang diikuti oleh organisasi karate, beberapa diantaranya, INKAI, Lemkari, dan lain sebagainya, katanya. (*/lpk)