Menurut Ibunda Wisnu, Risa Damayanti, dari Oslo, Norwegia, mengatakan gagalnya Wisnu untuk bertarung di putaran berikutnya cukup mengejutkan banyak pihak, termasuk para juri.
"Para juri tercengang-cengang dengan wajah hopeless menerima kenyataan tersebut, karena mereka menilai Wisnu tadi malam membuktikan sebagai the best artist, kata Risa.
Hanya satu juri yang memberikan kritik, bahwa Wisnu kurang cocok memilih lagu.
Pada final yang berlangsung Jumat malam itu, Wisnu membawakan lagu 'Sway' dengan irama Amerika Latin.
Wisnu adalah satu-satunya orang asing yang bertarung di babak final Idol.
Risa sendiri menyatakan dirinya maupun keluarga serta para penonton usia dewasa tidak menyangka bahwa putera sulungnya itu akan tersingkir pada Jumat malam.
"Di mata kami ia tetap the best!" katanya.
Kendati demikian, Risa mengakui bahwa jauh-jauh hari sebelumnya, ia sudah menyadari sepenuhnya bahwa cepat atau lambat langkah Wisnu di putaran final Idol akan terhenti.
"Karena bagaimanapun juga, Wisnu tetap dianggap orang asing. Dan kita perlu ingat bahwa mayoritas pemilih adalah remaja atau ABG. Kualitas dan kemampuan saya kira tidak begitu penting buat mereka," kata Risa.
"Wisnu lebih diterima di kalangan dewasa ke atas dan juga kalangan minoritas warga Indonesia serta non pribumi lainnya," katanya.
Risa, yang menikah dengan warga negara Norwegia setelah ayah kandung Wisnu meninggal dunia, mengatakan bahwa sebagai ibu ia menerima kekalahan puteranya --yang kelahiran Jakarta itu-- dengan berat hati.
"Tapi saya juga dan keluarga sangat bangga dengan prestasi dan kemampuannya hingga ia bisa bertahan sejauh ini," ujarnya.
Ia berharap kegagalan Wisnu di babak final Lima Besar Idol bukan menjadi akhir dari segalanya, melainkan menjadi langkah awal atau batu loncatan dalam meniti jenjang karir di kemudian hari.
Sebelum mengikuti putaran final Idol, Wisnu tengah menekuni studi tata rambut dan terkait dengan studinya itu ia melakukan magang untuk kurun waktu dua tahun di sebuah perusahaan.
"Kami sebagai orangtua berharap ia tetap mau lebih memprioritaskan menyelesaikan studinya sebagai hair stylist," kata Risa.
Menurut jadwal, Wisnu --yang bersama Risa dan keluarga telah bermukim di Norwegia selama 10 tahun itu, sudah akan menyelesaikan program magangnya tahun depan.
"Kami rasa itulah yang terbaik untuk masa depannya," kata Risa.
Ia juga menyatakan bahwa keluarganya, termasuk Wisnu sendiri, merasa sangat bersyukur atas dukungan yang telah diberikan warga Indonesia, terutama Dubes RI untuk Norwegia Retno Marsudi dan staf KBRI Oslo, terhadap kiprah Wisnu dalam Idol Norwegia.
"Saya sangat terharu, terkesan dan sangat berterima kasih," ujarnya. (*/rit)