
Menurutnya, tak ada ritual khusus untuk pergi ke salon untuk sekadar luluran atau facial. Kata Agnes, dirinya hanya cukup mandi rutin dua kali sehari.
"Aduh, saya paling malas kalau harus ke salon untuk perawatan-perawatan begitu. Buang waktu saja. Dengan mandi saja sudah cukup bersih kok," kata Agnes, saat ditemui beberapa waktu lalu.
Keengganan Agnes untuk pergi salon itu ternyata membuat salah seorang pamannya yang berprofesi sebagai dokter kulit, menjadi gemas.
"Di antara seluruh keponakan, hanya saya yang nggak pernah datangin om saya yang seorang dokter kulit itu. Padahal, setiap bertemu, dia selalu nawarin untuk perawatan di tempatnya. Saya bilang iya-iya, tapi nggak pernah saya datangi," katanya sambil tertawa.
Saking gemasnya, kata Agnes, sang paman itu datang ke rumahnya dengan membawa perlengkapan perawatan kulit lengkap. Di antara alat yang dibawa itu, ada yang berupa laser pembunuh jerawat.
"Jadi, bisa bayangin betapa hebohnya om saya itu. Repot-repot datang ke rumah bawa alat sebanyak itu. Dia bilang, kalau nggak begitu, saya nggak akan pernah mau dirawat," tutur gadis berumur 19 tahun ini.
"Wajah saya langsung dilaser, dibunuh lemak yang menyebabkan jerawat," tambahnya. Namun meski demikian, Agnes baru mau menyisihkan waktunya untuk ke salon jika ingin merawat rambutnya. Lagi-lagi bukan untuk perawatan. Tetapi, dia lebih sering ganti model atau pewarnaan.
Saking rajinnya ganti warna, sementara ini Agnes harus mengistirahatkan rambutnya. Itulah alasan kenapa saat ini tak ada lagi warna pink di rambut panjangnya.
"Saya ini sudah empat kali bleaching rambut. Sampai rusak semua. Pernah sekali sisiran, tiba-tiba rambut saya patah sendiri. Sekarang nggak boleh diapa-apain dulu. Harus menjalani treatment," ujar pemilik album WHADDUP A?! ini. (zee/bun)