"Dari jumlah tersebut 130.000 orang diantaranya menderita AIDS," kata I Nyoman Kandun pada pertemuan regional dalam rangka akselerasi program penanggulangan HIV/AIDS di Tanah Papua yang di pusatkan di hotel Sentani Indah, Kabupaten Sentani, Papua, Senin.
Laporan dari 32 propinsi yang tersebar di 154 Kabupaten/Kota di Indonesia, hingga Maret 2006 tercatat 5.823 orang yang menderita AIDS," katanya.
Para penderita AIDS itu,lanjutnya 80,9 persen atau 4.305 orang diantaranya laki-laki dan sisanya 18,1 persen perempuan.
Untuk Papua sendiri hingga 31 Maret 2006 tercatat 2.199 pengindap HIV/AIDS dan sebagian besar penderita berada pada kelompok umur produktif yakni antara 20 hingga 39 tahun.
Menurut dia, tingginya jumlah penderita HIV/AIDS itu disebabkan berbagai faktor namun untuk Papua lebih banyak diakibat hubungan seksual bebas.
Sedangkan untuk daerah lainnya di Indonesia, seperti Jakarta lebih bervariasi antara lain penularannya melalui napza suntik.
Sementara itu, pejabat Gubernur Papua, Sodjuangan Situmorang mengatakan, HIV/AIDS adalah persoalan dunia kerja dan sudah seharusnya diperlakukan sebagaimana penyakit serius lainnya yang muncul dimana-mana.
Tidak ada diskriminasi terhadap orang yang menderita HIV/AIDS dan skrining HIV/AIDS tidak boleh dijadikan persyaratan untuk lamaran kerja, katanya.
"Selain itu diharapkan agar para bupati dan walikota seluruh Papua agar turut menunjukkan kepeduliannya terhadap penanggulangan HIV/AIDS dengan mengalokasikan dana khusus untuk menunjang kegiatan tersebut," kata Pejabat Gubernur Sodjuangan Situmorang. (*/rit)