Ulfa dan Cici, berusaha merefleksikan kepedulian sosial mereka secara nyata dalam program ASLISAMI, yakni kelompok artis yang peduli usaha mikro.
Ulfa yang periang dan sedap gaul lebih mefokuskan di bidang pengembangan sarana dan pemasaran, sedangkan Cici yang berlatar belakang seorang profesional keuangan lebih memfokuskan pada percepatan implementasi permodalan.
Kolaborasi keduanya didukung oleh Bang Eska atau Sarwono Kusumaatmadja serta Peggy Melati Sukma, yang ditunjuk oleh PBB untuk upaya pemberdayaan kaum perempuan, sehingga menghasilkan suatu kerja yang lebih efektif dan efisien.
Ulfa dan Cici melalui melalui komunitasnya menggalang kepedulian artis terhadap UKM dan home industry. Maraknya artis berbisnis menjadi salah satu faktor pendorong yang dominan.
"Paling tidak ini menjadi semacam sumbangsih bagi kita semua untuk ikut membangun ekonomi bangsa tanpa harus terus menerus menggantungkan dari pemerintah," tandas Ulfa mantap saat ditemui di Bebek Bali Café (7/5).
Tentu bukan hal yang mudah untuk menggaet para artis untuk ikut dalam gerakan ini, karena mereka juga dapat dikatakan minim pengalaman tentang sesuatu yang berhubungan dengan investasi untuk produksi satu barang. Hal ini juga diakui oleh Ulfa.
"Tapi semuanya sudah kita antisipasi sebelumnya, kita akan berikan program pelatihan terhadap usaha ini, untuk itu program ini bentuknya kolektif bukan perseorangan, jadi kita kan lebih mudah mengawasi perkembangan usaha ini," sahut Cici meyakinkan.
Landasan yang dipakai dalam usaha ini adalah saling pengertian dan keseimbangan keuntungan antara UKM yang dibentuk artis dengan home industry sebagai produsen.
"Mereka punya produk dan kita punya nama serta akses pemasaran. Dua hal tersebut yang kita gabung. Dan ini menjadi bentuk kerjasama yang saling menguntungkan, mereka dapat rezeki tambahan dan juga ada faktor kebanggaan yang bisa mereka dapat karena kerjasamanya dengan artis," ungkapnya.
Usaha semacam ini mungkin sah-sah saja, hitung-hitung untuk mempersiapkan diri saat sudah tidak terpakai di dunia entertainment. Dan nada sumbangpun tetap ada. Sebagian menganggap bahwa gerakan ini hanya 'hangat-hangat tahi ayam'.
"Insya Allah tidak, karena kita berharap selalu berkesinambungan, makanya ada suatu program pelatihan yang kami adakan dan juga pengkaderan pada para artis yang lebih muda," tepis Ulfa tentang pendapat miring tersebut. (wwn/bun)













