
"Saya akan sampaikan melalui da'wah kepada para pengelola terminal, agar bisa meniru kegiatan Tablig Akbar seperti di terminal Serang ini. Kalau bisa kegiatan seperti ini terus dilakukan setiap ada peringatan Hari Besar Islam," kata Ustadz Jefri yang akrab dipanggil UJ saat ceramah di Terminal Pakupaten di Kabupaten Serang, Selasa (9/5) malam.
Menurut UJ, terminal tidak selalu identik dengan penyakit masyarakat seperti pemalakan, pencopetan, minum-minuman dan prostitusi.
"Buktinya Terminal Serang bisa menepis anggapan seperti itu dengan diselenggarakannya Tablig Akbar ini, dan ini merupakan terminal yang sesungguhnya," kata UJ dengan disambut tepuk tangan ribuan warga Serang yang memadati halaman terminal tersebut.
UJ menceritakan, orang jahiliyah di zaman sekarang adalah bukan orang yang bodoh dan ketinggalan zaman, tetapi orang jahiliyah di zaman sekarang adalah orang yang tidak bisa menghargai dan menghormati hak orang lain.
"Zaman sekarang banyak orang menganggap dirinya modern karena hidup yang bergelimang harta dan kemewahan serta pangkat dan kedudukan yang tinggi, sehingga tidak bisa menghormati orang lain karena menganggap orang lain tidak ada apa-apannya," kata UJ dalam bagian isi ceramahnya.
"Padahal orang yang menghormati seseorang karena Jabatan, harta dan kemewahannya adalah orang yang mempunyai konsep pemikiran jahiliyah," tuturnya.
Sehingga ujian yang paling berat, menurut UJ, adalah ketika seseorang diuji dengan segala nikmat dan kemewahan apakah dia akan mampu melewati ujian tersebut, kalau ternyata dia bisa menempuh ujian tersebut maka orang itu akan bisa merasakan manisnya iman.
Tabliq Akbar masih dalam rangka memperingati Hari Lahir Nabi Muhammad SAW itu diselenggarakan oleh Dewan Keluarga Masjid (DKM) Asyafar Terminal Pakupaten Serang bekerjasama dengan DKM Sultan Abdulrazak Perumahan Taman Banjar Agung Indah.
Salah seorang panitia pelaksana Efrianto mengatakan, sengaja acara tersebut dilaksanakan di terminal dengan harapan agar dari terminal juga bisa dijadikan jembatan untuk syiar kepada Ummat dan sebagai ajang amar ma'ruf nahi munkar.
Menurutnya, selama ini terminal selalu identik dengan Kejahatan, kekerasan serta penyakit masyarakat, sehingga dengan acara seperti ini dapat diredam anggapan masyarakat seperti itu.
"Kejahatan itu tidak selalu datang dan selalu terjadi di terminal, di tempat-tempat yang dianggap bersihpun masalah kejahatan itu selalu ada bahkan peluangnya lebih besar, katanya. (*/rit)
Lihat foto:
Rayakan Ultah Anak
Ultah 'UJE'
Lihat Profil: Jeffry Al Buchori-Uje