< >

Angie ke Eropa Guna Dongkrak Peringkat

Rabu, 10 Mei 2006 22:30
Kapanlagi.com - Bintang tenis putri Indonesia Angelique "Angie" Widjaja kembali akan mengikuti serangkaian turnamen di Eropa dan satu turnamen di Afrika selama lima pekan mulai dari kelas challenger hingga Tier III dalam upaya menaikkan peringkatnya hingga 400-an dunia.

Angie yang kembali tampil mengikuti turnamen internasional pada awal Januari setelah pulih dari cedera lutut yang menderanya sejak Wismilak International 2004 itu kini berada di peringkat 613 WTA.

Mojang Bandung berusia 21 tahun tersebut, seperi disampaikan manajer Virginia Rusli, akan bertolak dari Tanah Air pada Rabu malam (11/05) untuk memulai lima turnamen yang akan ia ikuti.

Turnamen Tier IV berhadiah total US$145.000, GP La Princesse di Rabat Maroko pada 15-21 Mei akan menjadi pembuka tur Angie.

Angie kemudian akan mengikuti turnamen Tier III berhadiah total US$200.000 Istanbul Cup di Istanbul, Turki pada 22-28 Mei.

Setelah mengikuti turnamen dengan tingkat tantangan yang cukup berat, petenis yang pernah menjadi juara Wimbledon junior 2001 tersebut akan mengikuti turnamen challenger berhadiah total US$25.000 di Galatina, Italia pada 29-4 Mei.

Selanjutnya, pada 5-11 Juni, Angie yang sempat berada di peringkat 55 WTA pada 31 Meret 2003 tersebut akan mengikuti turnamen di Prostejov, Ceko berhadiah US$75.000 atau turnamen di Grado, Italia berhadiah total US$25.000.

Pada 12-19 Juni, ia akan mengikuti turnamen berhadiah total US$50.000 Marseille, Perancis atau turnamen di Zagreb, Kroasia dengan besar hadiah yang sama.

Pada turnamen Tier III dan IV, Angie tampaknya harus berjuang dari babak kualifikasi sedang untuk turnamen challenger, Angie akan menggunakan fasilitas "special rank" 122 WTA demi masuk babak utama.

Angie yang juga memperkuat tim Fed Cup Indonesia itu mengaku, keinginannya untuk masuk ke jajaran petenis 400-an dunia bukan pekerjaan yang mudah.

"Kendala utama adalah lokasi pertandingan yang berada di Eropa sehingga akan banyak petenis Eropa yang bertipikal memiliki pukulan-pukulan keras akan turut ambil bagian," katanya.

Namun demikian, ia berjanji akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengimbangi permainan mereka atau bahkan mengalahkan mereka.

"Untuk bisa masuk 400-an dunia, saya harus mampu menembus babak utama di turnamen Tier III dan IV serta minimal melaju ke babak perempatfinal pada turnamen challenger," lanjut petenis yang memiliki tinggi 173 cm itu.

Angie mengaku, kemajuan pesat dari pemain-pemain putri Cina yang ia hadapi pada babak pertama Fed Cup Grup II Dunia pada akhir April menjadi salah satu cambuk baginya untuk kembali berprestasi di tenis internasional.

Sementara itu, pelatih pribadi Angie, Deddy Tedjamukti berharap, anak asuhnya dapat menjaga kondisi fisik agar selalu prima selama pertandingan dan konsisten menjalankan strategi bertanding.

Meski di turnamen challenger Angie belum tentu langsung masuk babak utama, Deddy berharap, Angie dapat melaju hingga ke semifinal.

Setelah pulih dari cedera yang menharuskannya absen selama satu tahun lebih, Angie tampaknya tidak sabar untuk segera mengikuti pertandingan di tingkat internasional.

Ia pun terbang ke Jepang untuk mengikuti turnamen Tier I Toray Pan Pacific pada akhir Januari namun harus terhenti pada babak pertama kualifikasi setelah dikalahkan petenis tuan rumah Saori Obata.

Satu pekan sesudahnya, Angie pun terbang ke Pattaya untuk tampil di turnamen Tier IV. Namun, ia lagi-lagi menemui kegagalan setelah kalah pada babak kedua kualifikasi.

Dengan menggunakan fasilitas special rank Angie pun dapat langsung tampil di babak utama, namun langsung tersingkir.

Tidak puas dengan penampilannya, Angie pun melawat ke Australia untuk mengikuti dua turnamen challenger sekaligus, yaitu KIA International di Canberra dan Victoria. Di turnamen Victoria, Angie pun berhasil melaju hingga semifinal dan menembus jajaran 600-an dunia. (*/lpk)