< >

New England Lewati Masa Kritis

Rabu, 17 Mei 2006 15:01
Kapanlagi.com - Langit cerah di New England, Selasa (16/05), setelah lima hari hunja lebat dan banjir terburuk dalam 70 tahun, tapi ratusan orang berkumpul di tenda sementara setelah pengungsian besar dari rumah mereka yang terendam air.

"Kami telah melewati saat kritis," kata jurubicara Badan Penanganan Bencana Darurat Massachusetts Peter Judge. Air dari sebagian besar sungai telah meluap. Sekarang hanya tinggal menunggu air surut ke bawah batas banjir dalam satu dua hari."

Ribuan orang dipaksa meninggalkan kediaman mereka di Massachusetts, New Hampshire dan Maine sejak Senin, saat air sungi mengancam akan melewati tepi atau menjebol penghalang dari karung-pasir yang dipasang oleh personil Pengawal Nasional dan pekerja bantuan.

Sampai Selasa malam, jalan yang terendam air, bangunan yang rusak parah dan bahaya dari bendungan yang roboh telah menghalangi banyak warga untuk kembali ke rumah mereka. Palang Merah menyatakan 372 orang telah pindah ke tempat penampungan di New Hampshire dan 209 orang di Massachusttes.

Pekerja bantuan menerobos genangan air setinggi lutut yang tercemar limbah buangan di jalan-jalan yang menyerupai danau berair kotor di sebelah utara Boston, dekat Sungai Merrimack, yang mengalir dari New Hampshire ke Massachusetts sebelum bermuara di Samudra Atlantik.

Seorang pria berusia 59 tahun yang mayatnya ditemukan di dalam mobil yang terendam air di Derry, New Hampshire, adalah korban jiwa pertama yang diketahui dan berkaitan langsung dengan banjir, demikian laporan New England Cable News.

Gubernur Massachusetts Mitt Romney mengatakan 369 prajurit Pengawal Nasional membantu warga dan upaya pengungsian.

"Kami telah beberapa hari terendam air sekarang. Tentu saja, tak ada kegiatan usaha karena itu," kata Norm Brown (53) --yang mengelola toko suku cadang mesin di kota yang dilanda banjir cukup parah, Peabody, Massachusetts. Jalan-jalan di kota tersebut terendam air setinggi tuas pintu.

"Ada tempat parkir yang menampung 40 mobil tapi air menggenang sampai atapnya. Benar-benar gila," kata Robert Dombroski, yang memiliki bengkel mobil di Lowell, pinggir utara kota Boston, tempat sebagian warga memancing sejenis ikan gurame di jalan yang tergenang air.

Pemerintah menyatakan mereka menduga badai telah berlalu, Rabu, tapi upaya bantuan dapat berlanjut selama satu pekan lagi, sementara mereka menilai besarnya kerugian yang dikatakan Romney dapat mencapai "puluhan juta dolar AS" di Massachusetts saja.

Curan hujan sampai 17 inci telah mengguryu sejak Jumat, sehingga air Sungai Merrimack mencapai ketinggian 2,4 meter di atas garis bahaya --yang tertinggi sejak 1938. Air telah surut sampai 0,9 meter sampai Selasa petang.

"Menurut ramalan cuaca, hujan tak terlalu lebat --tak terlalu besar sehingga menambah masalah. Tetapi ini barangkali memperlambat proses penyusutan air sungai ini," kata Judge.

Romney mengatakan sebanyak 2.500 orang diungsikan dari rumah mereka di Massachusetts pada malam hari. Di New Hampshire, beberapa ribu warga diungsikan dan lebih dari 700 jalan di negara bagian itu telah ditutup, kata Biro Penanganan Keadaan Darurat New Hampshire. Ratusan orang diungsikan di Maine.

Semua tiga negara bagian tersebut dinyatakan berada dalam keadaan darurat dan meminta bantuan pemerintah federal.

Banjir membuat kotoran masuk ke ruang bawah tanah dan bak mandi, kata petugas pertolongan. Sebanyak 35 juta galon kotoran per hari --sama dengan 54 kolam renang seukuran Olimpiade-- mengalir ke Sungai Merrimack di Haverhill setelah saluran pembuangan pecah, kata pemerintah.

Hujan lebat mengubah Mei jadi bulan paling basah kedua sejak rekor tercatat pada 1872, sementara curan hujan sekitar 10,75 inci --lebih tiga kali dari jumlah rata-rata per bulan 3,2 inci-- mengguyur Boston pada pertengahan bulan. (*/rit)