Walikota Banda Aceh Razaly Yussuf di Banda Aceh, Selasa (23/05), mengatakan, komitmen itu terungkap dalam pertemuan tokoh masyarakat desa Lampaseh Aceh dengan Bulan Sabit Merah Uni Emirat Arab yang membahas program pembanguna tersebut.
Pertemuan itu dihadiri utusan Duta Besar Uni Emirat Arab Taufik Bachtiar Effendi, konsultan perencana dan pengawas Anton Suhardianto, Perwakilian Departemen Luar Negeri Indonesia di Aceh Agus S Budiman, Camat Meuraxa Tarmizi Yahya dan sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa pelaksanaan pembangunan perumahan korban tsunami desa Lampaseh Aceh akan dimulai, sementara peletakan bantu pertama dilakukan 15 Februari 2006 oleh Wakil Duta Besar Uni Emirat Arab Ahmad Alkhajah.
Razaly Yussuf mengatakan, kedatangan Uni Emirat Arab bersama konsultan itu merupakan hasil pertemuan Walikota, Agus S Budiman dari Deplu dan Geuchik Syahrul Nagor dengan Yang Mulia Duta Besar Uni Emirat Arab Yousif R. Alsharhan.
Sejarah penantian panjang masyarakat korban tsunami desa Lampaseh Aceh kini mulai menyinari setelah Walikota Banda Aceh Razaly Yussuf bersama tokoh masyarakat bertemu dengan Duta Besar Uni Emirat Arab di Jakarta belum lama ini, kata Syahrul Nagor.
Proses bantuan pembangunan perumahan Uni Emirat Arab yang difasilitasi Deplu dimulai sekitar Juli 2005. Kini, dengan datangnya utusan Uni Emirat Arab diharapkan proses pelaksanaannya cepat dan hasilnya segera dapat dinikmati korban tsunami.
"Kami berharap pembangunan perumahan korban tsunami desa Lampaseh Aceh dapat segera dimulai, karena masyarakat sudah cukup lama menunggu bantuan tersebut. Insya Allah dalam waktu dekat ini segera dimulai," ujarnya.
Masyarakat desa Lampaseh Aceh bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Uni Emirat Arab bersama bulan sabit merah negara itu yang ikut membantu pembangunan rumah masyarakat korban bencana alam tsunami desa tersebut.
"Kami berdoa semoga niat suci dan bantuan ikhlas Yang Mulia Duta Besar Uni Emirat Arab dapat segera terwujud. Kami juga berdoa, semoga bantuan yang diberikan kepada korban tsunami Lampaseh Aceh menjadi amal ibadah bagi penyumbangnya," katanya.
Aksi Nyata
Tokoh masyarakat Lampaseh Jafardi mengatakan, pembangunan rumah korban tsunami bantuan Uni Emirat Arab harus segera dimulai mengingat masyarakat sudah menunggu hampir setahun. Kalau kini sudah ada konsultan diharapkan segera dilakukan aksi nyata.
"Masyarakat mengharapkan pemerintah Uni Enirat Arab bersama Bulan Sabit Merah negara itu dapat segera merealisasikan rencana membantu pembangunan perumahan masyarakat korban tsunami Lampaseh Aceh," kata Geuchik (Kelapa Desa) Syahrul Nagor.
Walikota Banda Aceh Razaly Yussuf mengatakan, dengan kedatangan utusan Uni Emirat Arab serta konsultannya bertemu dengan tokoh masyarakat desa Lampaseh Aceh, diharapkan proses pelaksanaan pembangunan rumah korban tsunami akan cepat dimulai.
Bantuan sebesar 2,8 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp25 miliar itu diharapkan dapat membangun lebih 400 unit rumah di desa Lampaseh Aceh. Bantuan tersebut diharapkan dapat dibangun rumah layak huni bagi korban tsunami Lampaseh Aceh.
Camat Kecamatan Meuraxa Tarmizi Yahya mengatakan, masyarakat Lampaseh Aceh meminta program pembangunan rumah mereka segera dimulai. Mereka cenderung memilih konvensional dengan material lokal seperti yang selama ini digunakan.
"Saya sering mendengar suara masyarakat dan mereka cenderung memilih konvensional material lokal. Sekarang yang penting jadwal dimulai pelaksanaannya, karena masyarakat Lampaseh Aceh sudah lelah menunggu," kata Camat Tarmizi. (*/lpk)