< >

Meneg LH Kecewa Dengan Kinerja Wali Kota Bandung

Rabu, 24 Mei 2006 08:20
Kapanlagi.com - Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar, kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Walikota Bandung, Dada Rosada dalam menangani sampah yang belakangan ini masih belum juga terselesaikan.

"Masak selama sepuluh hari sejak saya ke Bandung tidak ada kemajuan untuk mengatasi penumpukan sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah di Kota Bandung," katanya usai melakukan peninjauan ke TPS sampah Taman sari, Bandung, Selasa.

Rachmat menilai Walikota Bandung tidak profesional dalam menangani permasalahan sampah yang terjadi di Kota Bandung karena hingga kini masih terjadi penumpukan sampah dimana-mana.

Mengenai penolakan dari warga yang akan digunakan lahannya sebagai TPA sampah, kata dia, Pemkot Bandung harus cari lahan yang warganya ikhlas dan mendukung kebijakan tersebut.

Ia mengatakan, Walikota Bandung perlu menyadari bahwa keadaan sampah ini sudah begitu darurat sebab masyarakatlah yang lebih menderita karena harus mencium bau sampah, sehingga mesti ada usaha-usaha yang lebih giat dari sebelumnya untuk mengatasi permasalahan sampah.

"Saya kecewa sekali karena beberapa hari lalu Presiden SBY menyatakan bahwa permasalahan sampah di Kota Bandung selesai pada Selasa ini, tetapi pada waktu yang telah ditentukan, permasalahan sampah belum selesai," keluhnya usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Jabar Danny Setiawan dan Dirut PD Kebersihan Kota Bandung Awan Gumelar di Balaikota Bandung, Selasa sore.

Ia menyayangkan sekali dalam pertemuan itu, Walikota Bandung Dada Rosada tidak hadir sebab dirinya ingin sekali bertanya kepada Walikota Bandung mengapa masih terjadi penumpukan sampah.

Oleh karena itu, kata dia, untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada di Kota Bandung dirinya memerintahkan kepada Deputi Kementerian Lingkungan Hidup, Gempur, untuk membuat tim darurat guna mendampingi Pemkot Bandung dalam mengatasi sampah.

"Saya beri waktu tiga minggu untuk mengatasi permasalahan sampah, yakni memindahkan sampah dan mengelola sampah," ujarnya.

Menurut dia, tim tersebut akan menangani secara serius dan pimpinan pusat akan mengusahakan segala sesuatunya agar masyarakat Bandung terbebaskan dari bau sampah dan penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan akibat sampah.

Sementara untuk TPA jangka panjangnya Pemkot Bandung harus memiliki tempat pengelolaan sampah. Di tempat yang sama, Deputi Kementrian Lingkungan Hidup, Gempur, mengatakan sebelum melakukan penanganan sampah di Kota Bandung, pihaknya harus menyusun rencana teknis mengenai permasalahan ini karena keadaaanya sangat darurat dan perlu disiapkan.

Sementara itu, Gubernur Jabar Danny Setiawan, mengatakan, penolakan dari warga kemungkinan disebabkan oleh trauma dengan adanya peristiwa longsornya TPA Leuwigajah pada tahun 2005 lalu.

Menurut dia, bila ada lahan yang lebih dekat dari TPA Pasir Bajing, kemungkinan TPA Pasir Bajing akan diabaikan, namun karena belum ada lahan, maka pihaknya akan mengusahakan mendapatkan lahan tersebut.

Danny mengatakan, pihaknya masih mencari lahan lainnya dan untuk lahan di TPA Pasir Buluh Lembang Kabupaten Bandung baru dapat diangkut sampahnya sekitar 1.000 meter kubik, padahal sampah di Kota Bandung perharinya mencapai sekitar 7.500 meter kubik. (*/erl)