Kepala Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Barut Drs H Sugiyarto di Muara Teweh, Kamis mengatakan pembangunan terminal AKAP selama tiga tahap ini untuk menggantikan terminal bus pasar bebas banjir (PBB) yang ada dinilai sudah tidak refresentatif lagi.
Rencana pembangunan terminal yang baru ini di kawasan camp Wayang kelurahan Jingah (eks logpond perusahaan HPH PT Austral Byna) seluas empat hektar dan mulai tahun 2006 dialokasikan dana sebesar Rp2,2 miliar.
"Pada tahap pertama ini dilakukan pemantapan lokasi dan penimbunan beberapa kawasan dataran rendah dan pemasangan turap serta sebagian pembangunan gedung terminal," katanya.
Pemkab Barut mentargetkan tahun 2008 mendatang terminal yang dilengkapi sarana rekreasi di pinggiran sungai Barito ini sudah selesai dibangun.
Pembangunan terminal AKAP ini merupakan skala prioritas sektor perhubungan dulunya sudah direncanakan, namun setelah beberapa kali pergantian pimpinan daerah masih belum ada reralisasinya karena terbentur masalah alokasi dana.
Terminal yang baru dan relatif megah ini nantinya dilengkapi fasilitas yang menunjang bongkar muat barang dan penumpang untuk angkutan jalur transportasi darat baik menuju Puruk Cahu, Buntok, Banjarmasin dan Palangka Raya.
"Diharapkan pembangunan terminal yang sempat puluhan tahun terkatung-katung ini berjalan tanpa ada kendala sampai selesai," katanya. (*/rit)