"Yang di Pamulang ini belum kita ambil sampelnya. Tapi saya kira itu cluster," kata Menkes di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (02/06).
"Kan belum diperiksa, kenapa sudah dikatakan cluster?" tanya wartawan.
"Tanda-tanda klinisnya itu mirip sekali. Ibunya, bapaknya, saat ini sedang flu dan kita berikan tamiflu," jawab Menkes.
Kakak beradik warga Kedaung, Pamulang, Tangerang, yaitu Toni (10) dan Yohana (7) baru-baru ini meninggal dunia, diduga karena flu burung.
Toni meninggal pada 29 Mei di RS Fatmawati dan Yohana meninggal pada 1 Juni di RSPI Sulianto Saroso setelah sebelumnya juga dirawat di Rumah Sakit Fatmawati.
Dengan meninggalnya kakak beradik warga Pamulang itu, menurut Menkes Siti Fadilah Supari hingga kini sudah 37 penduduk Indonesia yang meninggal dari 50 orang yang terkena kasus dan dugaan terkena virus flu burung.
Untuk penanganan, Menkes mengingatkan agar manusia tidak menyentuh unggas.
"Yang penting itu sebenarnya ayamnya. Jangan sampai menyentuh manusia," kata Siti.
Terhadap wilayah-wilayah yang terkena kasus flu burung, Menkes juga menegaskan perlunya pemusnahan unggas, seperti yang akan dilakukan di Tanah Karo, Sumatera Utara, dan Pamulang.
"Kita harus tegas dalam melakukan stamping out, memusnahkan ayam yang bersama-sama dengan manusia. Di Karo akan dilakukan. Secepatnya, kita akan lakukan semua. Di Pamulang juga," ujar Menkes.
Pemusnahan tersebut, kata Siti, harus dilakukan segera dan tidak perlu menunggu datangnya petugas dari pemerintah.
"Menurut saya, kalau menunggu dari petugas atau pemerintah, takes time, mbok ya tetangga-tetangga di situ yang punya ayam cepet-cepet dimusnahkan sendiri, jadi ndak usah nunggu-nunggu," katanya (*/lpk)