Jurubicara PBB Stephane Dujarric di New York, Senin mengatakan bahwa badan PBB untuk anak-anak (UNICEF) telah menyiapkan 36 polisi wanita dan pekerja sosial untuk memantau kemungkinan ada ancaman penyelundupan anak di Yogya, dan membantu pemulihan psikologi bagi mereka.
"Rombongan pertama dari polisi wanita dan pekerja sosial tersebut sudah tiba di Indonesia," kata Dujarric.
Pengiriman tersebut merupakan bagian dari program bantuan kemanusian untuk Indonesia pasca gempa yang menewaskan lebih dari 6000 orang.
Para polisi dan pekerja sosial tersebut antara lain akan ditempatkan di pusat-pusat bantuan anak korban gempa.
Saat ini terdapat 15 "children`s centers" yang dibangun pemerintah Indonesia dan agen-agen PBB di seputar lokasi bencana.
Sementara itu kantor PBB urusan kemanusiaan (OCHA) mengabarkan bahwa bantuan dari agen-agen PBB terus mengalir ke Indonesia.
Diantaranya berupa tenda-tenda darurat, bantuan medis, air bersih, sanitasi dan makanan.
Saat ini lebih dari 90 persen korban luka-luka sudah mendapatkan perawatan dari tim medis Indonesia dan internasional.
Total sudah sekitar 17.000 tenda yang didistribusikan sejak terjadinya gempa 27 Mei lalu. Kini fokusnya adalah membantu para pengungsi memperoleh materi dan peralatan utuk memperbaiki atau membangun tempat tinggal sementara.
Sekitar 45.000 kain terpal sudah dikirim, sementara peralatan berupa kereta dorong dan sekop akan tiba beberapa hari mendatang. demikian diumumkan OCHA. (*/erl)